Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban Kelangkaan BBM Lumpuhkan Transportasi di Kotabaru, Sopir dan Nelayan Terdampak ABK Jatuh di Perairan Trisakti Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Berakhir Motor Misterius di Pinggir Irigasi, Warga Mentaos Curigai Pria Tenggelam

EKOBIS · 6 Mei 2026 19:57 WIB

Tak Perlu Ganti Kompor, Pemerintah Siapkan Transisi LPG Ke CNG


 Tak Perlu Ganti Kompor, Pemerintah Siapkan Transisi LPG Ke CNG Perbesar

Ricek.ID – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pastikan masyarakat tidak perlu mengganti atau memodifikasi kompor saat beralih dari penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG).

Langkah itu diambil untuk mempermudah transisi energi nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor LPG dengan memanfaatkan cadangan gas domestik yang melimpah.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman dalam acara “CNG & LNG untuk Rakyat” di Jakarta pada Selasa (5/5/2026).

Laode menegaskan teknologi tabung CNG terbaru telah dirancang agar kompatibel dengan perangkat memasak yang sudah dimiliki masyarakat.

“Kompor tidak perlu diganti, tinggal plug, sudah mengalir. Tadinya pakai LPG, sekarang pakai CNG. Saya sudah menyaksikan langsung penggunaan tabung tipe 1, itu valve-nya langsung bisa, bahkan tidak ada lagi modifikasi di kompor. Langsung plug and play,” ujar Laode Sulaeman.

Ia menyatakan penggunaan CNG justru memberikan kualitas pembakaran yang lebih baik.

Berdasarkan pengamatannya, api yang dihasilkan oleh CNG cenderung lebih biru dibandingkan LPG, yang menandakan efisiensi pembakaran yang tinggi.

Pemerintah saat ini tengah memfokuskan pengembangan tabung CNG berukuran kecil, yakni kapasitas 3 kg atau tabung tipe 4.

Pengembangan itu krusial karena selama ini CNG lebih banyak digunakan dalam skala besar pada sektor perhotelan, restoran, dan industri dengan tabung berkapasitas di atas 10 hingga 20 kilogram.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan CNG merupakan solusi strategis karena seluruh bahan bakunya tersedia di dalam negeri.

Ia menyebutkan, adanya penemuan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang akan dialokasikan untuk memperkuat stok gas domestik.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

BI Siapkan Tujuh Langkah Penguatan Saat Rupiah Undervalued

6 Mei 2026 - 20:29 WIB

Ekonomi Tumbuh 5,61%, Stimulus Baru & Strategi Perkuat Stabilitas Rupiah Disiapkan

6 Mei 2026 - 20:21 WIB

Jelang Wajib Sertifikasi 2026, BPJPH Perkuat Kerja Sama Halal Dengan Tiongkok

6 Mei 2026 - 20:15 WIB

Kemenhaj Ungkap 10 WNI Ditangkap di Saudi Terkait Haji Ilegal

6 Mei 2026 - 20:04 WIB

Indonesia-Laos Perkuat Kemitraan Tangani Kejahatan Penipuan Daring & TPPO

6 Mei 2026 - 19:51 WIB

Sesuai Proyeksi Menkeu, Ekonomi Kuartal I-2026 Tumbuh 5,61 Persen

5 Mei 2026 - 22:38 WIB

Trending di EKOBIS