Menu ✖

Mode Gelap
Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR

HEADLINE · 13 Mei 2026 14:15 WIB

Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel


 Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Perbesar

Ricek.iD- Ratusan sopir truk menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Rabu (13/5/2026), sebagai bentuk protes terhadap antrean panjang dari kelangkaan Bio Solar subsidi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam aksi tersebut, massa juga mendesak aparat kepolisian untuk mengusut dugaan praktik penimbunan BBM subsidi yang dinilai menjadi salah satu penyebab sulitnya masyarakat mendapatkan solar.

Aktivis yang dikenal dengan nama Babeh Aldo turut hadir dalam aksi dan menyoroti dugaan penyalahgunaan distribusi Bio Solar subsidi ke sektor industri maupun pertambangan.

Menurutnya, kelangkaan BBM subsidi seharusnya tidak terjadi apabila distribusi berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.

“Harga Bio Solar subsidi jauh lebih murah dibanding solar industri. Ini yang diduga dimanfaatkan pihak tertentu untuk mencari keuntungan,” ujarnya.

Ia mengaku menerima banyak laporan dari para sopir terkait dugaan adanya gudang penimbunan solar di sejumlah daerah di Kalimantan Selatan.

“Banyak laporan dari sopir soal dugaan tempat penimbunan di beberapa titik,” katanya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat para sopir harus rela mengantre hingga berhari-hari hanya untuk mendapatkan jatah solar subsidi. Bahkan, sebagian sopir terpaksa menginap di sekitar SPBU karena khawatir tidak kebagian BBM.

Menurut Babeh Aldo, dampak kelangkaan solar tidak hanya dirasakan para sopir angkutan, tetapi juga berpengaruh terhadap distribusi logistik dan harga kebutuhan pokok masyarakat.

“Kalau antre sampai dua atau tiga hari, otomatis biaya operasional naik dan itu bisa berdampak pada harga barang,” jelasnya.

Melalui aksi tersebut, massa berharap aparat penegak hukum segera melakukan penindakan terhadap dugaan penyalahgunaan BBM subsidi agar distribusi kembali normal dan tepat sasaran.

“Kami ingin solar subsidi benar-benar dinikmati masyarakat kecil yang membutuhkan,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi

30 September 2026 - 07:40 WIB

TIM Selam Gabungan Berhasil Evakuasi Lima Korban KM VIRGO Transport 8

29 September 2026 - 20:03 WIB

Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru

23 September 2026 - 17:10 WIB

Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

23 September 2026 - 14:14 WIB

Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla

23 September 2026 - 07:34 WIB

Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR

20 September 2026 - 18:10 WIB

Trending di HEADLINE