Menu

Mode Gelap
Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti Polisi Amankan Pria Diduga Pelaku Begal Payudara di Martapura, Akui Beraksi di 7 Lokasi Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura

EKOBIS · 16 Mei 2026 20:24 WIB

Penerbitan Panda Bond Jadi Strategi Diversifikasi Pendanaan & Penguatan Rupiah


 Penerbitan Panda Bond Jadi Strategi Diversifikasi Pendanaan & Penguatan Rupiah Perbesar

Ricek.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana pemerintah menerbitkan panda bond sebagai salah satu strategi diversifikasi sumber pendanaan sekaligus upaya memperkuat nilai tukar rupiah di tengah dinamika global.

Panda Bond adalah surat utang (obligasi) yang diterbitkan pemerintah Indonesia di pasar keuangan China menggunakan mata uang Renminbi atau Yuan. Instrumen ini dimanfaatkan untuk diversifikasi sumber pendanaan, mendapatkan bunga lebih murah, dan mengurangi ketergantungan pada Dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut Menkeu, penerbitan panda bond dinilai efektif karena dapat mengurangi ketergantungan pemerintah terhadap pembiayaan berbasis Dolar Amerika Serikat (AS). Dengan memanfaatkan pasar keuangan China dan mata uang Yuan atau Renminbi, tekanan terhadap permintaan dolar AS dapat ditekan.

“Kalau kita lihat, panda bond akan merupakan diversifikasi yang baik dari sumber pendanaan kita. Bukan dari dolar AS saja, selain dolar AS ada juga dari Yuan atau Renminbi. Itu jelas akan menurunkan permintaan pemerintah terhadap dolar, sehingga tekanan ke rupiah bisa sedikit berkurang,” ujar Purbaya dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (16/5/2026).

Menkeu menjelaskan minat investor dan lembaga keuangan China terhadap instrumen tersebut cukup tinggi. Purbaya mengaku telah bertemu dengan sejumlah bank besar China seperti Industrial and Commercial Bank of China dan Bank of China yang menyatakan ketertarikannya membantu investasi maupun pembelian panda bond Indonesia.

Selain memperluas basis investor, panda bond juga menawarkan biaya pendanaan yang lebih murah. Purbaya menyebut yield panda bond berada di kisaran 2,3 persen, lebih rendah dibandingkan imbal hasil surat utang berbasis dolar AS.

“Yield-nya rendah, waktu itu sekitar 2,3 persen, hampir separuh dari bunga atau yield surat utang yang kita terbitkan dalam dolar. Saya pikir ini akan sangat menarik,” kata Menkeu.

Purbaya menilai pasar keuangan China yang besar menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk memperluas akses pembiayaan. Diversifikasi pasar pendanaan tersebut juga diharapkan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dalam jangka menengah.

Ia memastikan pemerintah akan terus menjalankan strategi penguatan pasar obligasi, termasuk menyiapkan instrumen tambahan yang dampaknya diklaim mulai terlihat dalam waktu dekat.

“Saya akan tetap jalankan bond market, ditambah nanti ada instrumen tambahan yang mungkin belum bisa diumumkan sekarang, tapi dampaknya akan kelihatan sekali minggu depan,” ujar Purbaya.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Suku Bunga Acuan Tetap 5,75 Persen, BI Perkuat Stabilitas Rupiah & Likuiditas

20 Agustus 2026 - 19:59 WIB

KPK Tahan Eks Pejabat Pajak Terduga Kasus Gratifikasi Rp20,7 Miliar

20 Agustus 2026 - 19:55 WIB

DPR & Pemerintah Sepakati Arah Baru Status Guru PPPK, Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu pada 2027

20 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Kementerian ESDM Pastikan Pembatasan Pertalite Masih dalam Kajian

20 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Cegah Keluarga Terjebak Pinjol, Program ZCD Berikan Solusi untuk Usaha Kecil

19 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Kemkomdigi & DPR RI Finalisasi Aturan Pastikan Perlindungan Pengemudi Ojek Online

19 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Trending di NASIONAL