Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

EKOBIS · 16 Mei 2026 20:00 WIB

Purbaya Ungkap Jurus Jitunya Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia


 Purbaya Ungkap Jurus Jitunya Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Perbesar

Ricek.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia Triwulan I-2026 mengalami pertumbuhan kuat sebesar 5,61 persen (y-on-y), melampaui proyeksi pemerintah (5,39 persen) dan merupakan tertinggi pasca-pandemi.

Dalam sebuah wawancara di stasiun TV swasta pada Kamis (14/5/2026), Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap jurus jitu dari sisi kebijakan fiskal pemerintah yang kemudian bisa mendongkrak angka pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Jurus jitu-nya adalah kita memanfaatkan semua sumber daya Indonesia untuk bekerja. Saya pastikan pemerintah belanja dengan betul, dan saya pastikan juga rumah tangga atau sektor swasta juga bisa berjalan. Itu utama yang kita kerjakan, kita coba menghidupkan mesin pertumbuhan ekonomi pemerintah dan swasta bareng-bareng,” katanya.

“Caranya gimana kalau pemerintah? Saya gebuk-gebuk sedikit lah, kementerian memang nggak belanja, saya coba belanja dengan sedikit ancaman halus. Kalau nggak belanja, saya potong anggarannya tahun depan, kira-kira gitu. Halus ya,” tambah Purbaya.

Untuk sektor swasta, lanjut Menkeu, ia memastikan kecukupan likuiditas di sistem finansial.

“Jadi caranya saya pindahkan uang saya yang dari BI ke perbankan, Rp200 triliun, banyak ekonom yang bilang itu nggak ada gunanya. Mereka nggak tahu bahwa itu adalah strategi untuk menghidupkan domestic demand atau aktivitas privat sektor dan rumah tangga,” ujar Purbaya.

Menkeu menuturkan dengan strategi tersebut, pada triwulan IV-2025 sudah kelihatan hasilnya, dan sepanjang triwulan I-2026 semakin kelihatan hasilnya.

Menurut Purbaya, ekonomi Indonesia tidak mungkin tumbuh cepat kalau hanya pemerintah belanja, sektor swasta juga mesti jalan. Sesuai dengan petunjuk Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berusaha untuk menggerakkan sektor swasta. Itulah mengapa pemerintah mengucurkan dana Rp200 triliun ke sistem perbankan.

“Jadi kita tambah uang (Rp200 triliun) di sistem perbankan agar dapat membantu sektor swasta untuk bergerak. Saya disuruh Pak Presiden, dia bilang boleh jalankan aja. Hasilnya mulai kelihatan di triwulan IV-2025 dan triwulan I-2026, yang tadinya pertumbuhannya 5% atau lebih rendah, triwulan IV-2025 sudah 5,39 persen, dan triwulan I-2026 sudah 5,61 persen. Jadi kita sudah keluar dari kutukan 5 persen. Saya yakin bisa, ini kan baru mulai nih,” jelas Purbaya.

“Ke depan saya akan pastikan sektor swasta dan sektor pemerintah berjalan dengan baik. Kalau uang nggak cukup kita perbaikin juga iklim investasi di dunia bisnis kita. Yang saya jalankan melalui satgas debottlenecking. Sepertinya sudah akan membaik ke depan iklim bisnisnya dan dampaknya mungkin setahun ke depan akan kelihatan berbeda. Suasana berinvestasi di Indonesia dibandingkan sebelumnya menjadi lebih baik. Itu yang saya harapkan juga lebih mendorong kontribusi sektor swasta ke kita,” pungkas Menkeu.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Jelang Nataru 2027, Diskoperindag Kotabaru Gelar Pasar Murah di Limbur Raya

5 November 2026 - 11:10 WIB

Pimpin Ratas, Presiden Prabowo Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

2 November 2026 - 19:38 WIB

Neraca Perdagangan Indonesia September 2026 Masih Surplus USD3,36 Miliar

2 November 2026 - 19:36 WIB

Kapolri Dorong Penelusuran Aset Kejahatan Digital

2 November 2026 - 19:34 WIB

Dugaan Pelanggaran Kehutanan, Menhut Segel Tumpukan Kayu, Dua Truk & Ekskavator

2 November 2026 - 19:32 WIB

Penanganan Kasus Karhutla, Bareskrim Polri Tetapkan 245 Tersangka Perorangan & 20 Korporasi

1 November 2026 - 19:48 WIB

Trending di HUKUM