Menu ✖

Mode Gelap
Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru

DAERAH · 19 Mei 2026 10:58 WIB

Pemprov Kalsel Berhasil Kendalikan Inflasi, Akan Antisipasi Kenaikan Harga


 Pemprov Kalsel Berhasil Kendalikan Inflasi, Akan Antisipasi Kenaikan Harga Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus perkuat langkah pengendalian inflasi melalui kolaborasi lintas sektor bersama seluruh SKPD dan instansi vertikal. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan menurunnya angka inflasi Kalsel hingga April 2026.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalsel, yang terdiri dari SKPD, instansi, dan lembaga terkait mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual di Command Center Setdaprov Kalsel, Banjarbaru pada Senin (18/5/2026).

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel Eddy Elminsyah Jaya melalui Kepala Bagian Kebijakan Perekonomian, Idris, menjelaskan terkait dengan perkembangan pengendalian inflasi di Kalsel.

“Alhamdulillah sampai bulan April inflasi kita berada di angka 3,67 persen. Sebelumnya pada Maret sekitar 3,84 persen dan saat itu kita berada di urutan kedua nasional. Sekarang sudah turun ke peringkat enam, artinya langkah-langkah pengendalian inflasi yang kita lakukan cukup berhasil,” ujarnya.

Menurut Idris, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi seluruh pihak, mulai dari SKPD terkait seperti Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, hingga dukungan instansi vertikal lainnya dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan kebutuhan masyarakat.

Ia menjelaskan, selain inflasi yang mulai terkendali, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan juga menunjukkan capaian positif dan berada di atas rata-rata nasional.

“Pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 5,61 persen, sedangkan Kalimantan Selatan mencapai 5,67 persen. Ini menunjukkan kondisi ekonomi daerah kita terus membaik,” katanya.

Meski demikian, Idris mengingatkan adanya potensi peningkatan inflasi pada periode mendatang, terutama menjelang hari besar keagamaan maupun akibat faktor eksternal seperti pengaruh cuaca dan penurunan produksi pangan di sejumlah daerah.

“Kalau ada perayaan keagamaan biasanya permintaan dan konsumsi masyarakat meningkat, sehingga berpotensi memicu inflasi. Selain itu, dampak El Nino di Pulau Jawa juga perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi produksi dan distribusi pangan,” jelasnya.

Idris menambahkan peningkatan pertumbuhan ekonomi juga dapat berdampak terhadap naiknya daya beli masyarakat yang pada akhirnya memicu peningkatan konsumsi.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja dengan mengutamakan kebutuhan dibanding keinginan.

“Kita berharap masyarakat dapat mengatur konsumsi sesuai kebutuhan, bukan sekadar keinginan. Ini penting untuk menjaga daya beli sekaligus membantu pengendalian inflasi,” tutup Idris.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bupati Kotabaru Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat & Rumah Sakit di Tanjung Lalak

20 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Dinkes Kotabaru Perkuat Pemetaan Sarana & Alat Kesehatan di Puskesmas hingga Labkesmas

20 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Semarak Parade Senja, Pemko Banjarbaru Sajikan Seni Teater, Tari, hingga Atraksi Baris-Berbaris

20 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Desa Indrasari Raih Juara 2 Lomba Desa Pangan Aman Regional Tengah 2026

20 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Bupati Banjar Berikan Bantuan Uang Saku untuk Kontingen Sepak Bola Usia Dini

20 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Salurkan 13 Unit Alsintan, Distan Banjar Dukung Ketahanan Pangan

20 Oktober 2026 - 19:55 WIB

Trending di ADVERTORIAL