Menu ✖

Mode Gelap
Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi

INTERNASIONAL · 20 Mei 2026 20:06 WIB

Indonesia Lakukan Koordinasi Intensif untuk Bebaskan WNI yang Diculik Israel


 Indonesia Lakukan Koordinasi Intensif untuk Bebaskan WNI yang Diculik Israel Perbesar

Ricek.ID – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyatakan Indonesia telah berkoordinasi intensif dengan perwakilan RI di Timur Tengah serta negara-negara sahabat, demi memastikan keselamatan sembilan warga negara Indonesia yang diculik oleh Israel, saat menyergap konvoi pelayaran kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Jalur Gaza, Palestina.

“Kami meminta tolong kepada rekan-rekan kita, pertama, (negara) yang warga negaranya mengalami nasib serupa, kemudian dengan rekan-rekan kita di Yordania dan Turki,” kata Sugiono melalui keterangan resmi pada Rabu (20/5/2026).

Menlu menegaskan komunikasi intensif terus dilakukan dengan mitra di Kementerian Luar Negeri Yordania dan Turki untuk mengetahui kondisi terkini para WNI yang diculik.

Menlu juga mengapresiasi semangat para WNI serta relawan dunia dalam GSF yang dinilainya mencerminkan keinginan menciptakan situasi lebih baik bagi saudara-saudara di Palestina, khususnya Gaza.

“Kita doakan semoga kondisi mereka baik-baik saja dan bisa segera kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat,” ujar Sugiono.

Sebelumnya, Juru Bicara II Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela menyatakan sembilan WNI yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dalam misi GSF 2.0 semuanya dilaporkan telah ditangkap Israel.

Di antara sembilan WNI yang diculik tersebut turut serta tiga wartawan media nasional yang menjalankan tugas jurnalistik, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Nabyl menegaskan seluruh jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran tengah dimaksimalkan, dan Indonesia mendesak pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal serta awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan.

Sebagai bentuk respons cepat, Kementerian Luar Negeri RI menggelar rapat koordinasi darurat bersama perwakilan RI di regional pada Rabu siang (20/5/2026) di Jakarta, yang dihadiri oleh pejabat tinggi kementerian serta perwakilan dari keluarga korban untuk menyatukan langkah konsuler dan diplomatik.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Indonesia Dukung Penguatan Ketahanan & Tata Kelola Global dalam KTT BRICS 2026

13 September 2026 - 20:37 WIB

Perkuat Kemitraan Strategis, Indonesia–Rusia Sepakati Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir

4 September 2026 - 20:59 WIB

Bahas AI & Transfer Teknologi, Indonesia-RRT Siapkan Kelompok Kerja

23 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Indonesia & RRT Sepakat Jaga Stabilitas Laut China Selatan

22 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Pembentukan Organisasi AI Global WAICO, Indonesia Resmi Jadi Negara Pendiri

17 Juli 2026 - 20:24 WIB

Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Lintas Negara, Indonesia & Tiongkok Laksanakan Pertukaran Buronan

16 Juli 2026 - 17:49 WIB

Trending di HUKUM