Menu ✖

Mode Gelap
Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi

EKOBIS · 1 Jun 2026 20:04 WIB

Jaga Industri Penerbangan Domestik, Pertamina Turunkan Harga Avtur


 Jaga Industri Penerbangan Domestik, Pertamina Turunkan Harga Avtur Perbesar

Ricek.ID – PT Pertamina Patra Niaga resmi turunkan harga bahan bakar penerbangan (avtur) hingga 10 persen di seluruh bandar udara Indonesia mulai Senin (1/6/2026) untuk mendukung konektivitas angkutan udara nasional serta menjaga daya saing industri penerbangan domestik.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, dalam keterangan resmi pada Minggu (31/5/2026) menyatakan kebijakan penyesuaian harga itu diambil dengan mempertimbangkan keberlanjutan penyediaan energi sektor transportasi udara, sekaligus merespons dinamika harga energi global yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Dalam rangka mendukung konektivitas udara nasional, menjaga daya saing industri penerbangan, serta memastikan keberlanjutan penyediaan energi sektor transportasi udara, Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga avtur domestik yang berlaku efektif mulai 1 Juni 2026,” ujarnya.

Secara rata-rata nasional, penurunan harga avtur pada periode Juni 2026 mencapai 10 persen jika dibandingkan dengan periode Mei 2026. Sebagai gambaran, harga avtur di Aviation Fuel Terminal (AFT) Soekarno-Hatta (CGK) mengalami penurunan dari Rp24.580 per liter menjadi Rp22.190 per liter.

Penurunan serupa juga terjadi di AFT Ngurah Rai (DPS) yang turun dari Rp26.190 menjadi Rp23.480 per liter, serta AFT Kualanamu (KNO) dari Rp25.720 menjadi Rp23.090 per liter.

Roberth menegaskan besaran penurunan di setiap bandara bervariasi karena formula perhitungan tetap mempertimbangkan faktor distribusi dan logistik di masing-masing wilayah.

Mekanisme penyesuaian harga dilakukan secara berkala setiap bulan berdasarkan ketentuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selaku regulator.

Perhitungannya mengacu pada rata-rata harga publikasi internasional dengan referensi utama rata-rata harga produk minyak Singapura atau Mean of Platts Singapore (MOPS) Kerosene/Jet sebagai perbandingan kawasan, yang sepanjang Mei 2026 memang menunjukkan tren penurunan.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Tim Gabungan Polri, BNN & Bea Cukai Sita Hampir 1,2 Ton Sabu dari Laboratorium Gelap di Aceh

25 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Polisi Selamatkan Induk & Anak Orang Utan Terdampak Karhutla di Kalimantan Tengah

25 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Menko Pangan Lepas Ekspor Perdana 40 Ton Terasi UMKM Asahan ke Thailand

25 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Insiden Pesawat Asian One di Papua Tengah, Kemenhub Pastikan Seluruh Penumpang & Awak Pesawat Selamat

24 Oktober 2026 - 19:50 WIB

BMKG Sebut Kondisi Relatif Kering masih Berpotensi Terjadi hingga 2 November 2026

24 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Menpora Dampingi Atlet, Indonesia Lampaui Target dengan 10 Emas Asian Para Games 2026

24 Oktober 2026 - 19:10 WIB

Trending di NASIONAL