Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

LINGKUNGAN · 7 Jun 2026 16:47 WIB

YAKOPI Nias Gencarkan Penanaman Mangrove, Selamatkan Pesisir dari Kerusakan Lingkungan


 Program YAKOPI Region Nias Fokus pada Restorasi Lingkungan, Pemberdayaan Ekonomi, dan Edukasi Berkelanjutan di Kepulauan Nias. foto:Tolona Gea 
Perbesar

Program YAKOPI Region Nias Fokus pada Restorasi Lingkungan, Pemberdayaan Ekonomi, dan Edukasi Berkelanjutan di Kepulauan Nias. foto:Tolona Gea

GUNUNG SITOLI – Upaya pelestarian ekosistem pesisir terus diperkuat di Pulau Nias, Sumatera Utara. Berawal dari maraknya penebangan mangrove di sejumlah kawasan pantai, berbagai pihak kini mendorong langkah restorasi dan perlindungan lingkungan secara berkelanjutan.

Salah satunya dilakukan Yayasan Konservasi Pesisir Indonesia (YAKOPI) Region Nias yang aktif melaksanakan penanaman mangrove di berbagai titik pesisir pada lima daerah di Kepulauan Nias, yakni Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara, dan Kota Gunungsitoli.

Koordinator Wilayah YAKOPI Nias, Bobby Pangaribuan, mengatakan program penanaman mangrove difokuskan pada kawasan yang sebelumnya teridentifikasi mengalami penebangan mangrove oleh masyarakat untuk kebutuhan ekonomi, termasuk sebagai kayu bakar bagi nelayan pesisir.

Menurutnya, meskipun aktivitas penebangan tersebut belum masuk kategori besar, langkah rehabilitasi perlu segera dilakukan guna mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas.

“Kami memandang perlu dilakukan penanaman kembali menggunakan bibit pilihan agar kondisi ekosistem pantai tetap terjaga dan tidak mengalami kerusakan yang berdampak pada masyarakat,” ujar Bobby kepada wartawan di Gunungsitoli, Sabtu (6/6/2026).

Ia menjelaskan, mangrove memiliki peran penting sebagai benteng alami dalam meredam gelombang tinggi, badai, abrasi hingga tsunami. Selain itu, kawasan mangrove juga menjadi habitat berbagai biota laut sekaligus berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim.

Program konservasi yang dijalankan YAKOPI tidak hanya berfokus pada restorasi lingkungan, tetapi juga menyasar peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan berbasis potensi lokal.

Selain rehabilitasi mangrove, YAKOPI juga mengembangkan program agroforestri melalui pembibitan dan penanaman pohon keras serta pohon buah yang akan difokuskan di wilayah Kabupaten Nias Selatan dan Kabupaten Nias Utara.

Di sektor pengelolaan sampah, YAKOPI telah mengembangkan bank sampah di Desa Faekhu, Kota Gunungsitoli, serta Desa Sondregeasi, Kabupaten Nias Selatan. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi dari limbah rumah tangga.

Sementara itu, penguatan ekonomi masyarakat juga dilakukan melalui produksi Virgin Coconut Oil (VCO) di Kelurahan Ilir dan Desa Mo’awö, Kota Gunungsitoli, yang memanfaatkan potensi komoditas kelapa sebagai sumber pendapatan masyarakat.

Tak hanya itu, YAKOPI turut mengembangkan budidaya kepiting bakau dengan metode “apartemen kepiting” di Kecamatan Afulu dan Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara. Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat dan pemerintah daerah karena dinilai mampu menjadi alternatif usaha perikanan berkelanjutan bagi warga pesisir.

Dalam pelaksanaannya, YAKOPI juga melibatkan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan sebagai bagian dari edukasi lingkungan. Langkah ini dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda agar menjadi pelaku aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan pesisir di masa depan.

Melalui berbagai program tersebut, YAKOPI berharap ketahanan ekosistem pesisir di Kepulauan Nias dapat terus terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

 

Pewarta: Tolona Gea

 

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Jaga Kelestarian Spesies Lokal, DKPP Banjar Lepas Ikan Belida Langka di Waduk Riam Kanan

5 Juni 2026 - 11:43 WIB

Tanam Pohon di TPA Basirih, Wali Kota Banjarmasin Hijau-kan Bekas Bukit Sampah

26 Mei 2026 - 20:35 WIB

Selama Sepekan, Masih Ada Potensi Hujan Selama Peralihan Musim

24 Mei 2026 - 21:11 WIB

Gerakan Perempuan Penjaga Lingkungan, Wali Kota Banjarbaru Tanam Pohon Gaharu

21 Mei 2026 - 16:05 WIB

Pemko Banjarmasin Gandeng PT WTUPI Percepat Kerja Sama Pengelolaan Sampah

15 Mei 2026 - 20:05 WIB

Pantau Gotong Royong Warga, Wali Kota Serahkan Tong Komposter Dorong Pilah Sampah dari Rumah

11 Mei 2026 - 17:00 WIB

Trending di Banjarmasin