Menu

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

DAERAH · 10 Jun 2026 09:32 WIB

Pengendara di Martapura & Banjarbaru Keluhkan Kenaikan Harga Pertamax


 Pengendara di Martapura & Banjarbaru Keluhkan Kenaikan Harga Pertamax Perbesar

Ricek.ID – Pertamina resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax di Kalimantan Selatan yang disebut mencapai Rp17.000 per liter per 10 Juni 2026. Kebijakan ini mulai dikeluhkan sejumlah pengendara di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru. Mereka mengaku harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk kebutuhan transportasi sehari-hari.

Salah seorang pengendara di Banjarbaru, Herdiandi Tandi Salla Dakator, pada Rabu (10/6/2026) mengatakan kenaikan harga Pertamax cukup berdampak terhadap pengeluaran bulanannya. Menurutnya, kendaraan yang digunakan untuk bekerja mengharuskan penggunaan Pertamax agar performa mesin tetap terjaga.

“Motor saya memang harus menggunakan Pertamax. Kalau diganti ke Pertalite atau BBM lain biasanya bermasalah dan bisa mogok. Mau tidak mau harus tetap menggunakan Pertamax, sehingga biaya transportasi untuk bekerja ikut meningkat,” ujarnya.

Ia menilai kenaikan harga tersebut membuat beban pengeluaran semakin bertambah. Kondisi itu juga berdampak pada pendapatan yang diterimanya karena sebagian harus dialokasikan untuk membeli bahan bakar.

“Penghasilan yang saya dapat menjadi semakin tipis karena terpotong biaya BBM yang lebih mahal. Padahal kendaraan merupakan kebutuhan utama untuk bekerja setiap hari,” katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan Muhammad Rofhal Akwan, seorang pengendara di Martapura. Ia mengaku tetap memilih menggunakan Pertamax karena kondisi motornya yang sudah berusia cukup lama dan membutuhkan bahan bakar dengan kualitas yang sesuai untuk menjaga performa mesin.

“Motor saya termasuk motor tua yang harus dirawat menggunakan Pertamax. Kalau kenaikannya cukup jauh seperti sekarang tentu semakin membebani, apalagi jarak rumah ke tempat kerja cukup jauh dan setiap hari harus menggunakan motor,” ungkapnya.

Menurut Rofhal, pengguna Pertamax tidak seluruhnya berasal dari kalangan ekonomi menengah ke atas. Banyak masyarakat dari kalangan menengah bahkan bawah yang tetap menggunakan Pertamax demi menjaga kondisi kendaraan agar tidak cepat mengalami kerusakan.

“Saya berharap harga Pertamax bisa kembali normal. Penggunanya bukan hanya orang mampu, tetapi juga masyarakat biasa yang memilih Pertamax untuk menjaga mesin kendaraan tetap awet dan tidak mudah rusak,” tambahnya.

Kenaikan harga BBM non-subsidi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan biaya operasional masyarakat yang sehari-hari mengandalkan kendaraan bermotor untuk bekerja maupun beraktivitas. Sejumlah pengendara berharap pemerintah dan pihak terkait dapat mempertimbangkan dampak kenaikan harga terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bea Cukai Kotabaru Musnahkan 612 Ribu Batang Rokok Ilegal dan 154 Liter MMEA

24 September 2026 - 19:15 WIB

PLN Icon Plus Regional Kalimantan Dorong Kepedulian Lewat Donor Darah

23 September 2026 - 11:10 WIB

Ikut Padamkan Titik Api, Gubernur Kalsel Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Ancaman Karhutla

22 September 2026 - 21:59 WIB

Gubernur Kalsel Dorong Pengelolaan Geopark Meratus Berorentasi Pengembangan Pariwasata, Budaya & Penguatan Ekonomi

22 September 2026 - 21:56 WIB

Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman, Pemprov Kalsel Tekankan Implementasi Strategi SSK

22 September 2026 - 21:53 WIB

Jaga Kestabilan Harga, Pemprov Kalsel Pantau Distrubusi Pangan di Daerah

22 September 2026 - 21:49 WIB

Trending di ADVERTORIAL