Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

ADVERTORIAL · 8 Jul 2026 07:18 WIB

Distan Banjar Pacu Kreativitas Petani Milenial Melalui Batumbang Tani


 Distan Banjar Pacu Kreativitas Petani Milenial Melalui Batumbang Tani Perbesar

Ricek.ID – Bidang Penyuluhan SDM Pertanian Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar bersinergi dengan BPP Sungai Tabuk, menggelar program Penumbuhan Pengembangan Petani (Batumbang Tani) di Aula Distan pada Senin (6/7/2026).

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk meregenerasi sekaligus mendongkrak kapasitas para petani millenial. Terlebih minat generasi muda dapat mendorong urgensi regenerasi di sektor pertanian.

Sebagai solusi, Program Batumbangtani Manis diluncurkan di Kabupaten Banjar sejak tahun 2022 untuk memperkuat peran petani milenial. Melalui pendekatan pertanian modern yang mandiri, produktif, dan berbasis kewirausahaan, program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pangan tetapi juga efektif dalam mendongkrak kesejahteraan petani.

Fokus utama dalam agenda kali ini adalah bimbingan teknis (bimtek) intensif mengenai budidaya terong ungu. Komoditas hortikultura ini dinilai memiliki potensi pasar yang sangat menjanjikan jika dikelola dengan manajemen yang tepat dan modern.

Pertemuan penting ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Distan Retno Sri Murwani, Kasubbag Umpeg Purnama Sarie, serta Koordinator dan seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) wilayah Sungai Tabuk. Menariknya, antusiasme tinggi juga datang dari barisan petani milenial yang menjadi motor penggerak masa depan pertanian.

Dalam arahannya, Sekretaris Distan Kabupaten Banjar, Retno Sri Murwani menekankan sektor pertanian memiliki cakupan yang sangat luas dan melimpah.

“Sektor ini tidak melulu soal padi. Kita punya peluang besar di budidaya tanaman hortikultura, perkebunanan, hingga peternakan. Kuncinya sekarang ada pada kemauan sumber daya manusia (SDM) kita untuk terus belajar dan mengoptimalkan potensi tersebut,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada aspek produksi di hulu, Retno juga menyoroti pentingnya sentuhan kreativitas dalam proses pascaproduksi. Ia mendorong para petani untuk mulai menerapkan cara pengemasan (packaging) yang estetis dan menarik agar hasil panen mereka mampu menembus dan bersaing di pasar modern. Menurutnya, sedikit kreasi pada kemasan dapat memberikan nilai tambah (value added) yang melipatgandakan harga jual.

Sementara itu, narasumber teknis Rina Lestari mengupas budidaya terong ungu, mulai dari metode pengolahan lahan yang ideal, teknik penanaman, hingga penanganan hama dan penyakit tanaman.

Tidak berhenti di situ, Rina juga membekali para peserta dengan strategi hilirisasi produk pangan olahan, agar para petani tidak sekadar menjual bahan mentah, melainkan mampu menciptakan produk turunan yang bernilai ekonomi tinggi.

Sumber : Media Center Banjar

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemkab Kotabaru Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2026, Diapresiasi atas Transformasi Digital

6 November 2026 - 21:31 WIB

Gaspol Tangani Dampak Karhutla, Dinkes Banjarbaru Perkuat Posko hingga Fasilitas Medis

6 November 2026 - 17:54 WIB

Pemko Banjarbaru Lantik Pengurus Dewan Kesenian, Siap Jadi Ujung Tombak Pelestarian Budaya

6 November 2026 - 17:51 WIB

Apresiasi Relawan Karhutla, Wali Kota Banjarbaru Salurkan Bantuan Presiden Rp15 Miliar

6 November 2026 - 17:49 WIB

Empat Kelurahan di Banjarbaru Terima Rp200 Juta, Infrastruktur Jadi Prioritas

6 November 2026 - 07:24 WIB

DKP3 Kota Banjarbaru Bekali Poklahsar Teknik Olahan Ikan Bernilai Tinggi

5 November 2026 - 18:16 WIB

Trending di ADVERTORIAL