Ricek.ID – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Selatan (Bakesbangpol Kalsel) terus matangkan persiapan pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026, baik untuk tingkat nasional maupun tingkat provinsi.
Plt Kepala Bakesbangpol Kalsel, Ronny Eka Saputra, di Banjarbaru pada Senin (20/7/2026), mengatakan dua putra-putri terbaik Kalsel telah diberangkatkan untuk mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan Paskibraka tingkat nasional.
“Kalimantan Selatan tahun ini mengirimkan dua calon anggota Paskibraka tingkat nasional, yakni I Nyoman Harya Dhanurendra dari Kota Banjarmasin dan Siti Nur Adlina dari Kabupaten Banjar. Keduanya telah berangkat untuk mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan yang berlangsung mulai 14 Juli hingga 22 Agustus 2026,” ujarnya.
Sementara itu, untuk tingkat Provinsi Kalsel, sebanyak 44 calon anggota Paskibraka yang terdiri atas 22 putra dan 22 putri dari 13 kabupaten/kota akan mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan mulai 29 Juli hingga 18 Agustus 2026.
Ronny menjelaskan upacara pembukaan pemusatan diklat dijadwalkan berlangsung pada 29 Juli 2026 dan direncanakan dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel selaku Ketua Pelaksana Pembentukan Paskibraka Provinsi Kalsel.
Menurutnya, selama mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan, para peserta akan menjalani pembinaan yang terintegrasi melalui tiga tahapan utama, yaitu pembelajaran di kelas, pelatihan lapangan, dan pembentukan karakter di asrama.
“Pada tahap pertama, peserta akan memperoleh materi pembelajaran aktif di kelas yang meliputi wawasan kebangsaan, Pancasila, kewarganegaraan, kewaspadaan dan ketahanan nasional, serta literasi digital yang disampaikan oleh narasumber yang kompeten,” jelas Ronny.
Selanjutnya, para peserta akan mengikuti pelatihan di lapangan yang mencakup latihan kepemimpinan, baris-berbaris, serta praktik pengibaran dan penurunan bendera. Seluruh materi tersebut akan dibimbing oleh pelatih yang berasal dari unsur TNI dan Polri.
Selain pembelajaran akademik dan keterampilan, peserta juga akan mendapatkan pembinaan karakter selama berada di asrama.
“Pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam proses pendidikan Paskibraka. Selama berada di asrama, peserta akan diasuh oleh para pamong dari TNI dan Polri untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tidak hanya memiliki kemampuan teknis sebagai pengibar bendera, tetapi juga memiliki karakter, disiplin, jiwa kepemimpinan, dan semangat kebangsaan yang kuat,” katanya.
Ronny berharap seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan dapat berjalan lancar sehingga mampu melahirkan anggota Paskibraka yang berintegritas, berkarakter, serta mampu menjalankan tugas pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat provinsi maupun nasional dengan sebaik-baiknya.
Sumber : MC Kalsel













