Menu

Mode Gelap
Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan

ADVERTORIAL · 21 Jul 2026 18:40 WIB

BPBD Kalsel Catat 157 Kejadian Karhutla, Terus Perkuat Operasi Darat & Udara


 BPBD Kalsel Catat 157 Kejadian Karhutla, Terus Perkuat Operasi Darat & Udara Perbesar

Ricek.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (BPBD Kalsel) mencatat sebanyak 157 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 20 Juli 2026.

Penanganan terus dioptimalkan melalui operasi darat dan udara guna menekan dampak kebakaran, khususnya di kawasan sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, di Kantor BPBD Kalsel, Banjarbaru pada Selasa (21/7/2026) mengatakan berdasarkan data hingga 20 Juli 2026, luas lahan terdampak karhutla mencapai sekitar 459,68 hektare dengan total 3.010 titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah Kalsel.

“Hingga 20 Juli 2026 terdapat 157 kejadian kebakaran hutan dan lahan. Luas lahan yang terdampak sekitar 459,68 hektare dengan total 3.010 hotspot yang terpantau,” ujarnya.

Ronny menjelaskan, dari seluruh kejadian tersebut terdapat sekitar 0,2 hektare kawasan hutan yang terdampak kebakaran di wilayah Banjarbaru. Sementara itu, tim gabungan telah melakukan penanganan di area yang luasnya mencapai sekitar 46,30 hektare melalui berbagai upaya pemadaman dan pengendalian.

Ronny juga mengungkapkan pada Sabtu (18/7/2026) yang lalu terjadi beberapa kebakaran hutan dan lahan hingga malam hari di kawasan selatan bandara yang menyebabkan kabut asap cukup tebal pada Senin pagi.

“Sabtu kemarin memang terjadi beberapa kebakaran di area selatan bandara yang menyebabkan kabut asap cukup tebal pada Senin pagi. Kami langsung melaksanakan operasi water bombing, sehingga pada hari ini, Selasa, asap pekat sudah mulai berkurang,” katanya.

Menurut Ronny, operasi udara menggunakan helikopter water bombing memiliki keterbatasan waktu karena hanya dapat dilakukan hingga pukul 18.00 demi menjaga aspek keselamatan penerbangan.

“Operasi udara hanya dimungkinkan sampai pukul 18.00. Apabila titik api belum berhasil dipadamkan, maka operasi tetap dilanjutkan melalui jalur darat. Heli water bombing tidak diperbolehkan beroperasi pada malam hari karena mempertimbangkan faktor keselamatan,” jelasnya.

BPBD Kalsel bersama TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD kabupaten/kota, serta berbagai unsur terkait terus meningkatkan koordinasi dalam penanganan karhutla agar penyebaran api dapat segera dikendalikan dan dampaknya terhadap masyarakat maupun aktivitas penerbangan dapat diminimalkan.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Bupati Kotabaru Buka Sosialisasi & Monitoring Evaluasi Dana Hibah 2026, Tekankan Transparansi & Akuntabilitas

22 Juli 2026 - 17:30 WIB

Optimalkan Heli Water Bombing, BPBD Kalsel Prioritaskan Tangani Karhutla di Kawasan Bandara

21 Juli 2026 - 20:46 WIB

Siapkan 14 Pos Lapangan Karhutla, BPBD Kalsel Fokuskan Lima Pos di Kawasan Bandara

21 Juli 2026 - 18:49 WIB

Evaluasi Operasi Modifikasi Cuaca, BPBD Kalsel Tunggu Rekomendasi BMKG untuk Keputusan Perpanjangan

21 Juli 2026 - 18:43 WIB

Kenalkan Sejarah Revolusi Fisik Kalsel Kepada Pelajar, Museum Wasaka Gelar Lomba Mading 3D

21 Juli 2026 - 18:37 WIB

BAZNAS & TNI Berkolaborasi Hadirkan Hunian Nyaman bagi Warga Landasan Ulin

21 Juli 2026 - 18:34 WIB

Trending di Banjarbaru