Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

ADVERTORIAL · 7 Sep 2026 20:42 WIB

Sekda Banjarbaru Dorong Antisipasi Masalah Sejak Dini, Tak Menunggu Hingga Membesar


 Sekda Banjarbaru Dorong Antisipasi Masalah Sejak Dini, Tak Menunggu Hingga Membesar Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru diminta memperkuat langkah antisipasi terhadap berbagai persoalan sejak awal, mulai dari pengendalian tata ruang hingga kesiapan menghadapi potensi bencana.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru, Sirajoni, dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Perangkat Daerah di Aula Gawi Sabarataan Pemko Banjarbaru pada Senin (7/9/2026).

Menurut Sirajoni, persoalan tata ruang menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian. Ia menilai, jika tata ruang disepakati dan dijalankan dengan baik, perkembangan yang tidak sesuai peruntukan dapat dicegah sejak awal.

Hal tersebut juga berkaitan dengan persoalan peternakan babi yang selama ini menjadi pembahasan Pemko Banjarbaru. Penanganannya, kata Sirajoni, perlu dilihat dari aspek ruang agar persoalan serupa tidak berkembang menjadi masalah baru.

Sekda meminta Dinas PUPR mengoptimalkan pengecekan dan evaluasi terhadap perkembangan pembangunan, terutama untuk memastikan kesesuaiannya dengan tata ruang. Dengan keterbatasan personel, camat dan lurah diminta ikut menjadi mata dan telinga pemerintah di wilayah masing-masing serta segera melaporkan jika ada perkembangan pembangunan yang perlu mendapat perhatian.

“Kalau sudah terbangun dan sudah beroperasi, akan lebih sulit untuk kita tutup,” ujarnya.

Sirajoni juga meminta Satpol PP mengoptimalkan personelnya untuk melakukan pengecekan, evaluasi, dan penindakan di lapangan. Menurutnya, Banjarbaru perlu melihat perkembangan kota sebagai ibu kota provinsi dan mengantisipasi persoalan sejak dini.

Selain tata ruang, kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana turut menjadi perhatian. Untuk karhutla, Sirajoni meminta wilayah yang berpotensi terdampak segera dipetakan. Data itu menjadi dasar menyiapkan kebutuhan di lapangan, termasuk akses dan sumber air untuk pemadaman.

“Intinya untuk kebakaran ini adalah air,” katanya.

Sekda juga mengingatkan potensi banjir seiring perubahan musim. Menurutnya, kondisi tersebut tetap perlu diantisipasi dengan berbagai upaya, bukan hanya menunggu ketika bencana terjadi.

“Walaupun ini bencana yang disebabkan karena alam, kita jangan hanya diam berpasrah diri, tapi kita harus berusaha,” ujarnya.

Rapat ini diikuti jajaran pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, serta pejabat terkait di lingkungan Pemko Banjarbaru. Penguatan koordinasi penanganan karhutla antara BPBD, Damkar dan Satpol PP juga menjadi bagian dari tindak lanjut rakor.

Sumber : Media Center Banjarbaru

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bigfast Banjarbaru Awali Usaha di Era Pandemi, Kini Raup Puluhan Juta per Bulan

7 September 2026 - 20:45 WIB

Sekda Banjar Dorong ASN Jadi Panutan Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor

7 September 2026 - 20:39 WIB

Lantik 23 Pambakal, Bupati Banjar Minta Rangkul Seluruh Masyarakat

7 September 2026 - 20:37 WIB

BPBD Banjar Distribusikan 10 Ribu Liter Air Bersih Di Kecamatan Beruntung Baru

7 September 2026 - 20:35 WIB

Dishub Kalsel Perkuat Keselamatan Pengguna Jalan, Pasang 25 Unit PJU di Jalan Trans Kalimantan

7 September 2026 - 20:27 WIB

Dosen FH ULM Ajak Mahasiswa Belajar Langsung Penanggulangan Karhutla

7 September 2026 - 20:24 WIB

Trending di ADVERTORIAL