Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

ADVERTORIAL · 23 Agu 2026 16:03 WIB

Tunggu Awan Bisa Disemai, Pesawat OMC Standby di Bandara Syamsudin Noor


 Tunggu Awan Bisa Disemai, Pesawat OMC Standby di Bandara Syamsudin Noor Perbesar

Ricek.ID – Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Selatan (Kalsel) masih menunggu kondisi awan yang memenuhi persyaratan untuk dilakukan penyemaian. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel memastikan seluruh dukungan operasional tetap disiagakan.

Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra, di Banjarbaru pada Jumat (21/8/2026) mengatakan OMC sebelumnya telah dilakukan selama tujuh hari pada 15–21 Juli 2026. Operasi tersebut dihentikan setelah ketersediaan awan potensial untuk disemai mulai menipis.

“OMC sempat dilaksanakan selama tujuh hari, dari tanggal 15 Juli sampai dengan 21 Juli. Namun, karena kondisi awan hujan yang bisa disemai mulai menipis, OMC dihentikan tanggal 21 Juli,” ujar Ronny.

Meski operasi telah dihentikan sementara, kebutuhan operasional untuk melaksanakan OMC masih disiapkan. Pesawat yang digunakan dalam kegiatan tersebut telah berada di Bandara Internasional Syamsudin Noor bersama bahan-bahan semai.

Ronny menyebutkan, perlengkapan OMC mulai didatangkan dari Jakarta pada 13 Juli 2026. Sejak saat itu, seluruh kebutuhan operasi disiapkan untuk mendukung pelaksanaan sesuai kondisi cuaca.

“Pesawat serta bahan-bahan OMC sudah standby di Bandara Syamsudin Noor,” jelasnya.

Menurut Ronny, pelaksanaan OMC sangat bergantung pada hasil pemantauan BMKG. Awan yang menjadi target penyemaian harus memenuhi kondisi tertentu agar operasi dapat dilakukan secara efektif.

Hingga Jumat (21/8/2026), pemantauan radar BMKG masih terus dilakukan untuk mencari peluang pelaksanaan OMC. Jika terdapat awan potensial, BPBD bersama tim terkait dapat segera mengaktifkan kembali operasi.

“Begitu kawan-kawan BMKG menemukan sebaran awan yang bisa disemai, pesawat langsung bergerak beserta bahan-bahannya,” tegas Ronny.

Kesiapan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi peningkatan karhutla di tengah kondisi cuaca yang panas. OMC diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang membutuhkan.

BPBD Kalsel menegaskan pelaksanaan OMC tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan menunggu rekomendasi dan kondisi teknis yang sesuai dari BMKG. Karena itu, pemantauan cuaca dan koordinasi antarlembaga terus dilakukan untuk menentukan waktu operasi berikutnya.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

DPRD Kotabaru Setujui Raperda Perubahan APBD 2026 Menjadi Perda

31 Agustus 2026 - 18:50 WIB

HUT ke-81 RI, 28 Batang Panjat Pinang Semarakkan Perayaan di Desa Panggung Tanah Laut

29 Agustus 2026 - 22:36 WIB

Relawan UNIVSM Peduli Bagi Masker Gratis Sembari Galang Dana Korban Kebakaran

29 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan

27 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Pemkab Kotabaru Sosialisasikan Perda Nomor 10 Tahun 2026 Tentang Pemilihan Kepala Desa

26 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Indocement Tarjun Perkuat Sinergi dengan Media Kotabaru Lewat Media Gathering

26 Agustus 2026 - 07:56 WIB

Trending di ADVERTORIAL