Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

ADVERTORIAL · 2 Sep 2026 23:15 WIB

Masih Diselimuti Asap, Karhutla di Kota Banjarbaru Capai 1.263 Hektare


 Masih Diselimuti Asap, Karhutla di Kota Banjarbaru Capai 1.263 Hektare Perbesar

Ricek.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru belum sepenuhnya mereda. Meski jumlah titik api disebut mulai berkurang, luas lahan yang terdampak justru terus bertambah hingga mencapai 1.263,2 hektare dalam dua bulan terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarbaru, Zaini Syahranie, pada Rabu (2/9/2026) mengatakan penurunan titik api menjadi indikasi positif dalam penanganan karhutla. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya aman karena masih ditemukan hotspot baru, khususnya di Kecamatan Cempaka.

“Yang jelas (titik api) pasti berkurang. Tetapi ada lagi hotspot (titik panas) baru yang timbul di daerah Kecamatan Cempaka,” ujarnya.

Berdasarkan data BPBD Kota Banjarbaru, terdapat dua hotspot kategori tinggi di Kecamatan Cempaka. Sementara itu, hotspot kategori sedang masih terpantau di Kecamatan Landasan Ulin dan Kecamatan Liang Anggang.

Untuk memperkuat penanganan di lapangan, BPBD Kota Banjarbaru telah membentuk tiga posko karhutla. Satu posko berada di Jalan Tambak Buluh, sedangkan dua lainnya berada di kawasan Jalan A Yani Kilometer 21, Kecamatan Liang Anggang.

“Dua (posko) di Pal 21 yang dikelola oleh kawan-kawan komunitas Liang Anggang. Nah, di sana dia bekerja sesuai dengan wilayahnya masing-masing,” ungkapnya.

Di tengah penanganan karhutla, dampak asap masih menjadi persoalan yang dirasakan masyarakat. Kabut asap bahkan kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kota Banjarbaru pada Rabu pagi.

Zaini mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas pada pagi hari. BPBD juga terus melakukan sosialisasi mengenai dampak paparan asap karhutla, termasuk mengingatkan warga untuk menggunakan masker pada waktu-waktu tertentu.

“Kami sudah menyosialisasikan pada warga untuk menggunakan masker di waktu-waktu atau jam-jam tertentu, seperti kegiatan aktivitas pagi,” ucapnya.

Dengan luas lahan terdampak yang telah mencapai lebih dari 1.200 hektare, BPBD mengingatkan bahwa penurunan titik api tidak serta-merta menandakan karhutla telah berakhir. Kewaspadaan dan pencegahan di tingkat masyarakat tetap menjadi kunci agar munculnya hotspot baru tidak kembali memperluas dampak karhutla di Banjarbaru.

Sumber : Media Center Banjarbaru

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Sambangi Dua Kecamatan, Saidi Mansyur Tinjau Progres Perbaikan Jalan

3 September 2026 - 22:10 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Salurkan Bantuan Penanganan Karhutla di Kalsel

3 September 2026 - 18:28 WIB

Tingkatkan Kemajuan Daerah, Bupati Kotabaru Tinjau Pembagunan Jalan Tembus Jembatan Tanjung Serdang

3 September 2026 - 16:19 WIB

Dampak Kabut Asap, Aisyiyah Kalsel Bagikan Masker Bagi Warga

3 September 2026 - 12:19 WIB

Pemko Banjarbaru Salurkan Insentif Bagi 464 Orang Penggali Kubur & Penjaga Malam

2 September 2026 - 23:12 WIB

Kelola Aset Daerah Kini Lebih Cepat & Akurat Melalui Inovasi Sibarak

2 September 2026 - 23:08 WIB

Trending di ADVERTORIAL