Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

ADVERTORIAL · 9 Sep 2026 19:46 WIB

FKTD Kalsel 2026 Angkat Tema “Napas Bumi & Laut”, Penyaji Terbaik Akan Tampil di Parade Tari Nusantara


 FKTD Kalsel 2026 Angkat Tema “Napas Bumi & Laut”, Penyaji Terbaik Akan Tampil di Parade Tari Nusantara Perbesar

Ricek.ID – Sebanyak 10 sanggar dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan (Kalsel) ambil bagian dalam Festival Karya Tari Daerah (FKTD) 2026 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel di Banjarmasin pada Selasa malam (8/9/2026).

Mengusung tema “Napas Bumi dan Laut”, festival ini menjadi ruang bagi seniman menerjemahkan hubungan manusia dengan sungai, laut, hutan, dan lingkungan ke dalam karya tari sekaligus memperkuat identitas budaya Banua.

Tema tersebut dipilih untuk mengingatkan masyarakat bahwa bumi, laut, sungai, dan hutan bukan sekadar bentang alam, tetapi juga bagian dari sejarah, ingatan, serta identitas masyarakat Kalsel.

Kepala Disdikbud Kalsel Abdul Rahim melalui Kepala Bidang Kebudayaan Eddy Suwarto mengatakan, tema “Napas Bumi dan Laut” menjadi tantangan bagi para seniman dan penari untuk tidak hanya menghadirkan pertunjukan yang estetis, tetapi juga mampu menangkap dan menerjemahkan denyut kehidupan masyarakat Banua ke dalam karya yang sarat makna.

“Melalui tema ‘Napas Bumi dan Laut’, saya berharap para seniman mampu menangkap denyut kehidupan Banua dan menerjemahkannya menjadi karya yang kuat secara artistik serta kaya akan makna. Biarlah gerak tari bercerita tentang sungai, irama menggambarkan denyut kehidupan pesisir, dan tubuh penari menyampaikan hubungan manusia dengan alam,” ujarnya.

Menurut Eddy, penyelenggaraan FKTD tidak hanya menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan kreativitas, tetapi juga membawa misi pelestarian budaya daerah. Melalui karya-karya yang ditampilkan, para seniman diharapkan mampu memperkenalkan kekayaan budaya Kalsel kepada masyarakat luas sekaligus menjaganya agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Saya yakin ajang ini mampu melahirkan karya-karya yang tidak hanya berhenti pada tepuk tangan penonton, tetapi juga memperkuat identitas serta mempromosikan kebudayaan Kalimantan Selatan agar semakin dikenal luas dan diwariskan kepada generasi mendatang,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesenian Disdikbud Provinsi Kalsel Sunjaya Adhiarso menjelaskan, FKTD 2026 diikuti 10 sanggar kesenian yang mewakili 10 kabupaten/kota di Kalsel.

“Dari 13 kabupaten/kota, hanya 10 kabupaten/kota yang berpartisipasi pada ajang tahun ini. Hal ini disebabkan penerbitan petunjuk teknis (juknis) dari tingkat nasional yang dinilai terlalu mepet dan mendadak, sehingga beberapa kabupaten belum siap mengirimkan perwakilan atau mengikuti rangkaian kegiatan tahun ini,” jelasnya.

Sunjaya menambahkan, penyaji terbaik dalam FKTD 2026 akan dipersiapkan untuk mewakili Kalimantan Selatan pada ajang Parade Tari Nusantara yang dijadwalkan berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada akhir Oktober 2026.

“Penyaji terbaik akan kita kirim ke Jakarta untuk mewakili Kalsel pada Parade Tari Nusantara di TMII. Meskipun waktu persiapannya sangat pendek, kita akan berusaha memaksimalkannya sebaik mungkin sehingga dapat meraih prestasi tertinggi,” imbuhnya.

Sunjaya berharap FKTD 2026 dapat menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas para seniman sekaligus menjadi sarana pewarisan budaya. Setiap karya yang ditampilkan di atas panggung diharapkan tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa pengetahuan, pengalaman, dan identitas masyarakat Banua yang perlu dirawat serta diwariskan bersama.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bangun Budaya Baca Sejak Dini, Dispersip Kotabaru Gelar Story Telling Bersama PT Arutmin

10 September 2026 - 15:05 WIB

Satpol PP Banjar Siapkan Penataan 13 Bangunan di Bahu Jalan Sungai Kitano

9 September 2026 - 20:15 WIB

Hadapi Kemarau Panjang, PLTA Riam Kanan Hemat Cadangan Air

9 September 2026 - 20:12 WIB

Kemarau Diprediksi hingga 2027, Pemkab Banjar Perkuat Antisipasi Karhutla & Krisis Air

9 September 2026 - 20:09 WIB

Tegaskan ODGJ Bukan Aib, Wabup Banjar Dorong Penghentian Pemasungan

9 September 2026 - 20:06 WIB

PWRI Kabupaten Banjar Gelar Tahlil 70 Ribu & Zikir untuk Almarhum Rudy Arifin

9 September 2026 - 20:03 WIB

Trending di ADVERTORIAL