Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

EKOBIS · 9 Sep 2026 20:20 WIB

Hingga September 2026, Pertamina Salurkan Biodiesel B50 ke 6.050 SPBU


 Hingga September 2026, Pertamina Salurkan Biodiesel B50 ke 6.050 SPBU Perbesar

Ricek.ID – Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyatakan penyaluran mandatori biodiesel 50 persen (B50) telah mencakup 6.050 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) atau setara 94 persen dari total 6.412 SPBU di Indonesia hingga 5 September 2026.

Hal itu disampaikan Mars Ega Legowo Putra, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI yang berlangsung di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa (8/9/2026).

Capaian signifikan dalam percepatan penyerapan energi terbarukan tersebut disampaikan untuk merespons evaluasi nasional, di mana sisa 362 SPBU yang belum beralih ke B50 tercatat masih dalam proses menghabiskan stok B40, terutama di wilayah Maluku dan Papua.

Dari total 121 terminal BBM yang dikelola Pertamina, penyerapan B50 berjalan hampir menyeluruh dan hanya menyisakan Terminal BBM Sintang di Kalimantan Barat, yang masih terkendala akibat penurunan debit air sungai yang menghambat jalur distribusi.

“Masih 362 SPBU yang belum menyalurkan B50 karena masih menyalurkan B40. Untuk di Maluku dan Papua masih menghabiskan stok B40, karena stok masih cukup banyak,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat penyaluran bahan bakar minyak (BBM) biodiesel 50 persen (B50) berada di kisaran 75-80 persen per 31 Agustus 2026.

“Posisinya itu antara 75-80 persen kalau total penyaluran, ya. Tetapi (SPBU) Pertamina sudah 90 persen,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi ketika ditemui setelah Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Senin (31/8/2026).

Ketika itu, Eniya Listiani Dewi menyatakan, pihak Kementerian ESDM tetap melakukan pengawasan dalam distribusi B50 tersebut.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Prabowo Janjikan Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Asian Games XX

9 September 2026 - 20:26 WIB

Kirim 1.021 Atlet ke Asian Games 2026, Indonesia Target Pertahankan Peringkat Tiga Besar

9 September 2026 - 20:23 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Perkuat Pengawasan & Pembinaan SPBU

8 September 2026 - 20:14 WIB

Pemerintah Perkuat Inklusi Keuangan melalui Penyediaan Rekening bagi Masyarakat

8 September 2026 - 19:37 WIB

Bareskrim Polri Moratorium Perkara yang Berkaitan Konflik Agraria

8 September 2026 - 19:34 WIB

Kemkomdigi & BP2MI Turunkan 7.908 Iklan Fiktif Lowongan Kerja Luar Negeri

8 September 2026 - 19:32 WIB

Trending di NASIONAL