Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

NASIONAL · 9 Sep 2026 20:23 WIB

Kirim 1.021 Atlet ke Asian Games 2026, Indonesia Target Pertahankan Peringkat Tiga Besar


 Kirim 1.021 Atlet ke Asian Games 2026, Indonesia Target Pertahankan Peringkat Tiga Besar Perbesar

Ricek.ID – Indonesia kirimkan 1.021 atlet untuk berlaga pada 48 cabang olahraga (cabor) di Asian Games XX edisi 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Pemerintah menargetkan kontingen Indonesia mampu mempertahankan posisi tiga besar seperti pada penyelenggaraan SEA Games sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dalam laporan persiapan kontingen Indonesia menjelang keberangkatan ke Asian Games 2026 di Istana Negara pada Rabu (9/9/2026).

Erick mengatakan, para atlet telah menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) selama kurang lebih dua setengah bulan sebagai persiapan menghadapi ajang olahraga multicabang terbesar di Asia tersebut.

“Ke depan kita akan lebih jangka panjang lagi seperti arahan Bapak Presiden, karena Bapak Presiden ingin 21 cabor ke depan ini menjadi lumbung daripada medali kita ke depan,” ujarnya.

Menurut Erick, pemerintah akan memperkuat pola pembinaan atlet secara lebih panjang. Pelatnas untuk sejumlah cabang olahraga prioritas bahkan diarahkan dapat berlangsung selama satu hingga dua tahun sebagai persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

“Jadi nanti kita akan lakukan sesuai arahan Bapak, pelatnas itu bisa setahun sampai dua tahun untuk Olimpiade 2028 di Los Angeles,” katanya.

Dalam Asian Games 2026, pemerintah juga memasang target prestasi tinggi. Indonesia diharapkan mampu mempertahankan capaian tiga besar seperti pada SEA Games sebelumnya di Kamboja.

“Kita ingin menjaga tentu di ranking tiga seperti di Cambodia,” kata Erick.

Menpora menyebut tantangan untuk mencapai target tersebut tidak ringan. Menurutnya, perolehan medali pada ajang sebelumnya juga dipengaruhi oleh adanya sejumlah nomor yang tidak dipertandingkan.

“Walaupun memang waktu Cambodia itu ada 87 emas, ada 41 emas yang tidak dipertandingkan. Jadi kita harus kejar sekarang bagaimana dari sisa emas yang memang masih ada untuk mencapai mungkin emas sekitar 80 lebih juga, supaya kita bisa ranking tiga,” tandasnya.

Dari total 1.021 atlet yang menjadi bagian kontingen Indonesia, sekitar 281 atlet hadir secara langsung dalam prosesi pelepasan resmi kontingen di Istana Merdeka.

Jumlah atlet yang hadir dalam acara tersebut lebih sedikit dibandingkan total kontingen karena sebagian atlet telah lebih dahulu berada di lokasi pertandingan maupun menjalani pemusatan latihan di luar negeri.

Sejumlah cabang olahraga dilaporkan telah berada di Jepang maupun lokasi persiapan masing-masing. Di antaranya tim bola basket serta cabang olahraga wushu yang tengah menjalani training camp.

Sementara itu, tim bulu tangkis dijadwalkan menyusul keberangkatan untuk menjalani persiapan sebelum kompetisi dimulai.

Asian Games XX Aichi-Nagoya 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 3 Oktober 2026 di Jepang.

Erick menegaskan peningkatan sistem pembinaan atlet tidak terlepas dari dukungan Presiden. Pemerintah kini memperkuat sistem pelatnas dengan spesifikasi yang lebih jelas sesuai jenjang kompetisi.

“Jadi alhamdulillah, berkat dukungan Bapak Presiden, sekarang yang namanya pemusatan latihan nasional itu kita sudah punya spesifikasi,” ujarnya.

Menpora menjelaskan, tata kelola pelatnas kini diarahkan secara lebih terstruktur untuk menghadapi berbagai jenjang kompetisi, mulai dari SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.

Dengan sistem tersebut, pelatnas tidak hanya menjadi wadah organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembinaan prestasi atlet secara berkelanjutan.

Pola pembinaan jangka panjang tersebut diharapkan mampu menghasilkan cabang olahraga yang konsisten menyumbangkan medali bagi Indonesia pada berbagai ajang internasional.

Penguatan pembinaan olahraga berprestasi tersebut sejalan dengan semangat Asta Cita, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing serta penguatan prestasi Indonesia di tingkat global.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Prabowo Janjikan Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Asian Games XX

9 September 2026 - 20:26 WIB

Hingga September 2026, Pertamina Salurkan Biodiesel B50 ke 6.050 SPBU

9 September 2026 - 20:20 WIB

Perluas Pembinaan Triathlon, FTI Kalsel Siapkan Banua Sport Festival

9 September 2026 - 19:52 WIB

Pemerintah Perkuat Inklusi Keuangan melalui Penyediaan Rekening bagi Masyarakat

8 September 2026 - 19:37 WIB

Bareskrim Polri Moratorium Perkara yang Berkaitan Konflik Agraria

8 September 2026 - 19:34 WIB

Kemkomdigi & BP2MI Turunkan 7.908 Iklan Fiktif Lowongan Kerja Luar Negeri

8 September 2026 - 19:32 WIB

Trending di NASIONAL