Menu ✖

Mode Gelap
Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru

ADVERTORIAL · 10 Okt 2026 20:17 WIB

Cegah Karhutla, DPKP Kalsel Kerahkan 35 Unit Traktor Olah 850 Hektare Lahan Pertanian di Kabupaten Banjar


 Cegah Karhutla, DPKP Kalsel Kerahkan 35 Unit Traktor Olah 850 Hektare Lahan Pertanian di Kabupaten Banjar Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) targetkan pengolahan 850 hektare lahan pertanian dalam waktu satu pekan sebagai langkah konkret mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan yang berpotensi memicu kebakaran dan berdekatan dengan bandara.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman, dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla pada KSPEAN Kalsel di Banjarbaru pada Sabtu (10/10/2026) mengatakan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq.

Syamsir mengungkapkan, berdasarkan hasil identifikasi, terdapat sekitar 850 hektare lahan pertanian yang belum terbakar, baik lahan yang telah selesai panen maupun yang belum dipanen. Lahan tersebut menjadi perhatian karena sisa tanaman dan kondisi lahan yang tidak segera diolah berpotensi memicu kebakaran.

“Dari 850 hektare itu, secara teknis harus segera ditangani supaya tidak terbakar. Arahan Pak Wamenko, lahan ini harus segera dibalik tanahnya dan dibersihkan,” ujarnya.

Untuk mempercepat penanganan, DPKP Kalsel menyiapkan alat dan mengerahkan petugas penyuluh pertanian guna mengawal pelaksanaan pengolahan lahan di lapangan.

Peralatan yang disiapkan meliputi sekitar 20 unit traktor roda empat dan 15 unit alat pengolah lahan lainnya. Pekerjaan dijadwalkan mulai Minggu (11/10/2026) pukul 07.00 WITA di sejumlah titik, dengan pengawasan penyuluh pertanian di masing-masing wilayah.

Syamsir memperkirakan, untuk menuntaskan pengolahan 850 hektare dalam sepekan, diperlukan capaian lebih dari 100 hektare per hari.

“Oleh karena itu, pengerjaan akan dilakukan secara serentak dan bertahap dengan melibatkan petugas serta dukungan peralatan yang tersedia,” ungkapnya

Menurutnya, pengolahan lahan tidak hanya menjadi bagian dari upaya pencegahan karhutla, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi petani. Lahan yang dibersihkan dan dibalik lebih awal akan memudahkan proses pengolahan lanjutan ketika air tersedia, sehingga petani dapat mempersiapkan lahan untuk musim tanam berikutnya.

“Ini juga memberikan keuntungan bagi petani. Di tengah upaya mencegah karhutla, mereka mendapatkan dukungan pengolahan lahan sehingga nantinya bisa lebih siap untuk menanam kembali,” jelasnya.

Syamsir menegaskan, langkah tersebut diarahkan untuk menekan potensi kebakaran lahan pertanian, khususnya di kawasan yang menjadi perhatian karena kedekatannya dengan bandara. Penanganan dilakukan melalui pengolahan lahan tanpa pembakaran, disertai pengawasan agar kegiatan berjalan sesuai target.

Ia mengimbau petani agar tidak membakar lahan dalam proses pembersihan maupun persiapan tanam. Bagi petani yang masih melakukan panen, ia meminta penggunaan mesin pemanen kombinasi atau combine harvester dengan pemotongan tanaman serendah mungkin.

Menurutnya, pemotongan tanaman hingga bagian bawah dapat membantu mengurangi sisa tanaman yang berpotensi menjadi bahan bakar kebakaran. Petani yang belum memiliki akses terhadap alat panen diminta melaporkannya kepada DPKP Kalsel agar dapat dibantu.

Terkait kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional peralatan, Syamsir menyampaikan bahwa dukungan pembiayaan dan fasilitasi akan dikoordinasikan bersama pemerintah, termasuk kementerian terkait.

Melalui percepatan pengolahan 850 hektare lahan tersebut, Pemprov Kalsel mendorong penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika api muncul, tetapi juga pada pencegahan sejak dini melalui penataan lahan pertanian, pengerahan alat, dan pendampingan langsung kepada petani.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Gerakan Pangan Murah di Kotabaru, Minyak Goreng 2 Liter Dijual Rp30 Ribu

22 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Raih 83 Medali di Pesonas II 2026, SOIna Kalsel Naik ke Empat Besar Nasional

21 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Optimalisasi Pajak Daerah, Dukcapil Kalsel & Bapenda Perkuat Sinergi Pemanfaatan Data Kependudukan

21 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Drone Bantu Petakan Tiga Titik Api Karhutla di Blok Merah Banjarbaru

21 Oktober 2026 - 20:34 WIB

ESDM Kalsel Kejar Target Pemadaman Karhutla Blok Merah dalam Sepekan

21 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Pemprov Kalsel Tekan Inflasi & Harga Sembako Melalui Gerakan Pangan Murah Serentak

21 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Trending di ADVERTORIAL