Menu ✖

Mode Gelap
Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi

ADVERTORIAL · 11 Okt 2026 20:51 WIB

Siapkan Pembasahan 1.650 Hektare Gambut, Pemerintah Cegah Api Kembali Muncul


 Siapkan Pembasahan 1.650 Hektare Gambut, Pemerintah Cegah Api Kembali Muncul Perbesar

Ricek.ID – Pembasahan kawasan gambut menjadi salah satu strategi utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) Pemerintah menyiapkan langkah untuk menaikkan muka air Sungai Martapura agar kawasan gambut yang rawan terbakar kembali basah.

Rencana tersebut disampaikan Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, usai memimpin Apel Penanganan Karhutla di Pos Lapangan Sambang Lihum, Kabupaten Banjar pada Minggu (11/10/2026).

Hanif menjelaskan, penanganan akan difokuskan pada sekitar 1.650 hektare kawasan gambut. Lokasi tersebut menjadi bagian dari sasaran penanganan terpadu yang mencakup sekitar 10.000 hektare lahan dengan karakteristik berbeda.

“Jadi di tempat kita berdiri hari ini, ini kita akan rendam. Jadi kita telah bekerja sama dengan BWS untuk menaikkan air Sungai Martapura untuk merendam kembali,” ujarnya.

Menurut Hanif, pembasahan gambut dilakukan dengan pendekatan yang sebelumnya diterapkan dalam penanganan kawasan Gunung Damar dan Liang Anggang. Langkah tersebut diharapkan dapat menyediakan air yang cukup untuk menjaga kelembapan lahan dan mengurangi risiko kebakaran.

Penanganan kawasan gambut akan melibatkan personel TNI, Polri, serta jajaran unit usaha yang beroperasi di Kalimantan Selatan. Pengerahan lintas sektor ini ditujukan untuk memperkuat kemampuan penanganan di lapangan.

Dukungan peralatan juga disiapkan melalui pengerahan mobil tangki air. Korem 101/Antasari menyediakan 15 unit, sedangkan pihak swasta menambah sekitar 30 unit untuk mendukung operasi penanganan.

Selain pembasahan gambut, pemerintah juga menyiapkan penanganan terhadap lahan persawahan bekas panen atau gagal panen. Sisa tanaman yang berpotensi menjadi bahan bakar kebakaran akan dibalik menggunakan peralatan pertanian, dengan target penyelesaian dalam satu minggu.

Hanif mengatakan, upaya ini merupakan bagian dari strategi penanganan yang lebih terfokus dan melibatkan banyak pihak. Sekitar 350 dunia usaha diminta berkontribusi langsung melalui personel maupun peralatan.

Wamenko Pangan berharap seluruh langkah tersebut dapat dijalankan secara terkoordinasi selama satu minggu ke depan, dengan penyesuaian berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.

Pemerintah juga berharap pola penanganan terpadu di Kalsel dapat menjadi referensi bagi daerah lain yang menghadapi kerawanan karhutla, terutama Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat

23 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Kapolres Tanah Laut Gelar Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

23 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Kemarau Panjang di Kotabaru, PDAM Maksimalkan Sumber Air dan Atur Distribusi Gratis

23 Oktober 2026 - 18:59 WIB

PLN Sosialisasikan Home Charging Services untuk Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

23 Oktober 2026 - 14:18 WIB

Pemkab Kotabaru Siapkan Bonus Atlet, Penyerahan Simbolis 28 Oktober

23 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Wabup Banjar Tegaskan Tiga Fungsi Utama Pesantren di Hari Santri 2026

23 Oktober 2026 - 05:03 WIB

Trending di ADVERTORIAL