Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

HEADLINE · 13 Agu 2025 19:30 WIB

Apel Siaga Karhutla, BPBD Banjar Gelar Simulasi Pemadaman


 BPBD Kabupaten Banjar menggelar simulasi penanganan bencana Karhutla usai pelaksanaan apel siaga darurat, di halaman markas BPBD di Bincau, Martapura, Rabu (13/8/2025). Foto: Haris Perbesar

BPBD Kabupaten Banjar menggelar simulasi penanganan bencana Karhutla usai pelaksanaan apel siaga darurat, di halaman markas BPBD di Bincau, Martapura, Rabu (13/8/2025). Foto: Haris

Riceknews.Id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar menggelar simulasi penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) usai pelaksanaan apel siaga darurat, di halaman markas BPBD di Bincau, Martapura, Rabu (13/8/2025).

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar, Ikhwansyah, mewakili Bupati Banjar Saidi Mansyur, menekankan bahwa Kabupaten Banjar memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi, termasuk Karhutla saat musim kemarau.

“Pencegahan lebih baik daripada pemadaman. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk meningkatkan koordinasi, komunikasi, dan sinergi antarmasyarakat,” kata Ikhwansyah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Banjar, Yayan Daryanto, menjelaskan bahwa fokus siaga kali ini adalah pada bencana hidrometeorologi. Hal ini sejalan dengan kondisi Banjar yang sebelumnya telah mengalami banjir, Karhutla, dan kekeringan.

“Perhatian difokuskan pada ancaman bencana hidrometeorologi. Tentu saja kita semua membutuhkan pemahaman yang lebih baik lagi tentang risiko bencana ini, mulai dari pengurangan paparan terhadap ancaman hingga peningkatan kepekaan masyarakat terhadap bahaya,” jelas Yayan.

Sebagai informasi, bencana hidrometeorologi adalah bencana yang disebabkan oleh faktor cuaca dan air, seperti curah hujan, temperatur, kelembaban, dan angin. Dalam konteks kemarau, bencana yang paling menonjol adalah kekeringan, Karhutla, serta penurunan kualitas udara akibat asap.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra Lianor

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

258 Keluarga Desa Pekauman Terima Bantuan Beras Bulog

1 September 2026 - 16:36 WIB

Polisi Amankan Warga Diduga Bakar 0,5 Hektare Lahan di Bajuin Tanah Laut

31 Agustus 2026 - 22:13 WIB

Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha

27 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

27 Agustus 2026 - 14:19 WIB

Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan

27 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Staf DPRD Banjar Dipanggil Polda Kalsel, Ini Penjelasan Pimpinan Dewan

25 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Trending di DAERAH