Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

DAERAH · 29 Mei 2026 19:23 WIB

Capai Angka Rp1,81 Triliun, Sektor Pertanian Kalsel Dominasi Penerima KUR


 Capai Angka Rp1,81 Triliun, Sektor Pertanian Kalsel Dominasi Penerima KUR Perbesar

Ricek.ID – Hingga 30 April 2026 penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalimantan Selatan (Kalsel) tunjukkan perkembangan yang positif dalam mendukung penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berdasarkan data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Kementerian Keuangan, total penyaluran KUR di Kalsel telah mencapai Rp1,81 triliun atau 35,03 persen dari target Rp5,15 triliun.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalsel Catur Ariyanto Widodo di Banjarmasin pada Jumat (29/5/2026) mengatakan, penyaluran tersebut telah menjangkau 24.811 debitur di berbagai sektor usaha produktif.

“Penyaluran KUR terus menjadi instrumen penting dalam memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Hingga April 2026, realisasinya menunjukkan tren yang cukup baik dan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Dari total penyaluran tersebut, Catur menyebut KUR konvensional mendominasi sebesar Rp1,73 triliun atau 96,11 persen, sedangkan KUR syariah mencapai Rp70,24 miliar atau 3,89 persen.

Secara nasional, Kalsel berada pada peringkat ke-17 dalam realisasi penyaluran KUR, serta menempati posisi kedua tertinggi di regional Kalimantan.

Sektor pertanian menjadi penerima KUR terbesar dengan nilai penyaluran mencapai Rp622,50 miliar atau 34,49 persen kepada 10.893 debitur. Sementara berdasarkan skema pembiayaan, skema mikro mendominasi dengan total penyaluran sebesar Rp1,14 triliun kepada 22.325 debitur.

Menurut Catur, dominasi sektor pertanian menunjukkan bahwa dukungan pembiayaan pemerintah masih sangat fokus pada penguatan sektor produktif dan ketahanan ekonomi masyarakat.

“KUR diharapkan dapat memperkuat kapasitas usaha masyarakat, khususnya di sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi Kalimantan Selatan,” katanya.

Secara wilayah, Kota Banjarmasin mencatat penyaluran KUR tertinggi sebesar Rp318,75 miliar kepada 3.492 debitur. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Tanah Bumbu sebesar Rp243,21 miliar kepada 2.329 debitur dan Kabupaten Banjar sebesar Rp188,70 miliar kepada 2.969 debitur.

Dari sisi lembaga penyalur, BRI menjadi bank dengan penyaluran KUR terbesar di Kalimantan Selatan dengan capaian Rp1,17 triliun kepada 21.358 debitur. Disusul Bank Mandiri sebesar Rp195,65 miliar kepada 1.596 debitur dan BNI sebesar Rp186,21 miliar kepada 564 debitur.

Selain KUR, pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Kalsel juga terus berjalan sebagai bagian dari penguatan inklusi keuangan bagi masyarakat kecil.

Hingga akhir April 2026, total penyaluran pembiayaan UMi tercatat sebesar Rp22,76 miliar kepada 4.220 debitur. Penyaluran UMi didominasi skema syariah sebesar Rp19,80 miliar atau 86,98 persen, sedangkan pembiayaan konvensional sebesar Rp2,96 miliar.

Secara nasional, Kalssl berada di posisi ke-28 dari 34 provinsi dalam realisasi penyaluran UMi dan menempati posisi ketiga di regional Kalimantan.

Kota Banjarmasin kembali menjadi daerah dengan penyaluran tertinggi sebesar Rp4,66 miliar kepada 804 debitur. Disusul Kabupaten Banjar sebesar Rp2,92 miliar kepada 537 debitur dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebesar Rp2,49 miliar kepada 437 debitur.

Sektor perdagangan menjadi penerima pembiayaan UMi terbesar dengan porsi mencapai 98,32 persen. Berdasarkan skema penyaluran, pembiayaan kelompok mendominasi dengan nilai Rp19,80 miliar.

Sementara itu, PNM menjadi lembaga penyalur UMi terbesar dengan total penyaluran Rp19,80 miliar kepada 3.638 debitur.

Catur menegaskan, Kanwil DJPb Provinsi Kalsel terus memperkuat fungsi monitoring dan evaluasi bersama seluruh mitra penyalur agar dukungan pembiayaan bagi UMKM dapat tepat sasaran.

“Kami terus mendorong kolaborasi dengan seluruh mitra penyalur agar akses pembiayaan semakin merata di seluruh kabupaten dan kota. Langkah ini penting untuk memperkuat ekonomi inklusif sekaligus mempercepat pertumbuhan sektor usaha masyarakat,” pungkasnya.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Dinsos Kalsel Komitmen Wujudkan Lansia Sehat, Mandiri & Produktif di HLUN 2026

31 Mei 2026 - 18:29 WIB

Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Pemprov Kalsel Salurkan Bantuan kepada Lansia

31 Mei 2026 - 18:25 WIB

Peringatan 500 Tahun, Banjarmasin Gelar Lomba Ikan Hias Wali Kota Cup 2026

30 Mei 2026 - 20:49 WIB

Penyerahan LHP atas LKPD 2025, Kabupaten Banjar Sukses Pertahankan Opini WTP

30 Mei 2026 - 20:26 WIB

Stadion 17 Mei Akan Selesaikan Lintasan Atletik & Ganti Kursi Stadion

30 Mei 2026 - 20:22 WIB

Berbagi dalam Momentum Waisak, Wali Kota Banjarmasin Harap Nilai Kerukunan Makin Kuat

30 Mei 2026 - 20:19 WIB

Trending di Banjarmasin