Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

ADVERTORIAL · 12 Okt 2026 20:56 WIB

Dampingi Menhut Cek Kawasan Hutan Lindung, Gubernur Kalsel : Tetap Waspada & Konsisten Padamkan Karhutla


 Dampingi Menhut Cek Kawasan Hutan Lindung, Gubernur Kalsel : Tetap Waspada & Konsisten Padamkan Karhutla Perbesar

Ricek.ID – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin dampingi kunjungan kerja Menteri Kehutanan (Menhut) RI Raja Juli Antoni ke kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Kota Banjarbaru pada Senin (12/10/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi perhatian di Provinsi Kalsel.

Dalam kesempatan tersebut, Menhut mengapresiasi koordinasi lintas instansi dalam penanganan karhutla di Kalsel. Berdasarkan pemantauan pada hari kunjungan, kondisi titik panas di Kalsel dinilai paling baik dibandingkan provinsi lain di Kalimantan.

“Per hari ini, alhamdulillah, Kalimantan Selatan angka hotspot-nya terbaik di Kalimantan,” ujar Raja Juli Antoni.

Meski demikian, upaya pengendalian belum bisa mengendur. Hujan alami diperkirakan baru turun pada pertengahan November, sementara lahan gambut masih rentan terbakar dan berpotensi memicu kebakaran kembali apabila pengawasan melemah.

“Masih ada sekitar satu bulan lagi. Saya berharap di bawah kepemimpinan Pak Gubernur, Kapolda, Pangdam, Manggala Agni, dan relawan, semua tetap waspada,” tegasnya.

Karena itu, Raja Juli menekankan pentingnya menjaga konsistensi pemadaman dan pencegahan selama sekitar satu bulan ke depan.

Selain itu, Menhut juga mengapresiasi sinergi Gubernur Muhidin bersama TNI, Polri, Manggala Agni, BNPB, BPBD, BMKG, serta kelompok relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla.

“Saya percaya, dengan koordinasi yang sangat baik, kita bisa atasi titik-titik lainnya dengan baik,” ujarnya.

Di sisi lain, Gubernur Muhidin menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel terus mengintensifkan patroli, terutama di kawasan hutan lindung yang masuk wilayah ring satu Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Dinas Kehutanan mengerahkan sekitar 150 personel untuk melakukan patroli di dalam maupun di luar kawasan hutan lindung guna memperkuat pengawasan dan mencegah munculnya titik kebakaran baru.

“Gerakan kita untuk menjaga hutan lindung ini, Dinas Kehutanan rutin melakukan patroli. Ada 150 orang yang dikerahkan, baik di luar maupun di dalam kawasan,” ujar Muhidin.

Pengawasan di sekitar bandara menjadi perhatian karena wilayah rawan karhutla mencakup Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, hingga Barito Kuala. Namun, penanganan tidak hanya difokuskan di kawasan tersebut, melainkan tetap membutuhkan koordinasi di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kalsel.

Selain itu, Gubernur menegaskan pemerintah provinsi siap membantu daerah yang membutuhkan tambahan dukungan operasional.

Orang nomor satu di Provinsi Kalsel itu meminta para bupati dan wali kota segera berkoordinasi apabila anggaran penanganan karhutla yang tersedia tidak lagi mencukupi.

“Kalau dana yang sudah diberikan oleh Presiden habis, tolong beritahu Gubernur agar bisa menyuplai kebutuhan yang diperlukan. Kemarin, kebutuhan solar juga kita bantu,” kata Muhidin.

Selain dukungan pemerintah, keterlibatan sektor swasta juga mulai diperkuat. Gubernur Kalsel menyebutkan sudah ada empat perusahaan yang menyatakan kesiapan membantu pendanaan relawan untuk mendukung upaya pemadaman di lapangan.

Pemerintah Provinsi Kalsel selanjutnya akan mengarahkan dukungan tersebut melalui lembaga atau kelompok relawan yang dapat dibina bersama perusahaan.

“Sudah ada empat perusahaan yang siap membantu pendanaan relawan. Nanti kita carikan lembaganya, seperti kelompok relawan ini, untuk dibina oleh perusahaan-perusahaan yang ada di Kalsel” ujar Gubernur Kalsel.

Menurut Muhidin, keterlibatan perusahaan penting agar penanganan karhutla tidak hanya bertumpu pada pemerintah dan petugas di lapangan. Dukungan swasta diharapkan turut menjangkau wilayah sekitar operasional perusahaan maupun kabupaten lain yang menghadapi kebakaran.

“Perusahaan kita minta membantu memadamkan api di Kalimantan Selatan, baik di daerah ring satu maupun di kabupaten-kabupaten lainnya,” pungkasnya.

Dari Kalsel, agenda Menhut RI Raja Juli Antoni berlanjut ke Kalteng untuk melihat penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.

Kunjungan tersebut turut dihadiri jajaran pejabat Kementerian Kehutanan RI, Komandan Korem (Danrem) 101/Antasari Brigadir Jenderal TNI Ilham Yunus, Wakapolda Kalsel Brigjen Pol. Noviar, Kabinda Kalsel Kombes Pol Sentot Adi Dharmawan, Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby, pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Sumber : Biro Adpim Setdaprov Kalsel

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Ketua TP PKK Kalsel Serahkan Bantuan ke Warga Terdampak Kebakaran & Kabut Asap di Barito Kuala

18 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah

18 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Bupati Kotabaru Perkuat Transformasi Digital Lewat Kerjasama Dengan Telkomsel

16 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Penutupan PKN Sekaligus Peluncuran Banua Kalsel Corporate University, Tekankan Kepemimpinan yang Inovatif

15 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Pengukuhan Kepala BPKP Kalsel, Gubernur Berharap Pendampingan Jangkau Program yang Langsung Menyentuh Masyarakat

15 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Gubernur & Forkopimda Kalsel Ajak Semua Unsur Masyarakat Gotong Royong Padamkan Kahutla

15 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Trending di ADVERTORIAL