Menu ✖

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

DAERAH · 30 Agu 2025 13:54 WIB

Demo di Kalsel, Ribuan Massa ‘Kepung’ DPRD Provinsi Senin Lusa


 Demo di Kalsel, Ribuan Massa ‘Kepung’ DPRD Provinsi Senin Lusa Perbesar

Riceknews.Id – Aliansi Masyarakat Kalsel Melawan, yang terdiri dari ribuan mahasiswa, buruh, pengemudi ojek online (ojol), dan masyarakat umum, akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kalimantan Selatan pada Senin, 1 September 2025.

Massa dijadwalkan berkumpul terlebih dahulu di Taman Kamboja, Banjarmasin, sebelum bergerak bersama menuju kantor DPRD di Jalan Lambung Mangkurat.

Koordinator Wilayah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel, Rizki, menyatakan bahwa aksi ini membawa sejumlah tuntutan krusial, baik di tingkat nasional maupun lokal. Salah satu sorotan utama adalah reformasi di tubuh parlemen.

“Kami menuntut reformasi menyeluruh di tubuh DPR agar gaji dan tunjangan anggota dewan selaras dengan kondisi fiskal negara. Kami juga menolak segala bentuk negosiasi yang tidak dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kalsel, Supian HK,” tegas Rizki usai konsolidasi di Banua Anyar, Jumat (29/8/2025) malam.

Selain isu parlemen, aliansi juga akan menyuarakan tuntutan reformasi di institusi Polri, mendesak revisi UU Polri, dan mengecam keras tindakan represif aparat. Mereka bahkan menuntut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mundur jika tidak menunjukkan komitmen perubahan.

Pengusutan tuntas kasus meninggalnya Affan Kurniawan yang hingga kini dinilai belum menemukan titik terang juga menjadi salah satu agenda utama yang akan disuarakan.

Di tingkat lokal, aliansi menyoroti serangkaian persoalan mendesak. Mereka menolak rencana penetapan Taman Nasional Meratus yang dianggap mengancam keberlangsungan hidup masyarakat adat, menuntut penghentian monopoli batu bara, serta penyelesaian konflik agraria perkebunan sawit di berbagai daerah.

Aliansi juga mendesak pemerintah dan DPR RI untuk segera mengesahkan dua rancangan undang-undang yang dianggap pro-rakyat, yaitu RUU Perampasan Aset dan RUU Perlindungan Masyarakat Adat.

Pewarta: Hendra Lianor

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bea Cukai Kotabaru Musnahkan 612 Ribu Batang Rokok Ilegal dan 154 Liter MMEA

24 September 2026 - 19:15 WIB

Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru

23 September 2026 - 17:10 WIB

Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

23 September 2026 - 14:14 WIB

Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla

23 September 2026 - 07:34 WIB

Ikut Padamkan Titik Api, Gubernur Kalsel Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Ancaman Karhutla

22 September 2026 - 21:59 WIB

Gubernur Kalsel Dorong Pengelolaan Geopark Meratus Berorentasi Pengembangan Pariwasata, Budaya & Penguatan Ekonomi

22 September 2026 - 21:56 WIB

Trending di ADVERTORIAL