Menu

Mode Gelap
121 Petugas Haji Embarkasi Banjarmasin Dikukuhkan, Siap Layani 6.800 Jemaah Tanpa Pesaing, Irwan Bora Menuju Kursi Ketua KONI Banjar Pariwisata Kotabaru Terus Digenjot Warga Diminta Tak Jadi Penonton Sediakan Karaoke dan Kamar, Bangunan Liar Ditertikan Satpol PP Dugaan Pungli di PPS DPRD Dorong Pembentukan Satgas Penertiban

Kab. Banjar · 28 Feb 2026 22:17 WIB ·

Distan Banjar: Populasi Kerbau Merosot, Tersisa 560 Ekor


 Distan Banjar: Populasi Kerbau Merosot, Tersisa 560 Ekor Perbesar

Martapura, Ricek.ID Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar mencatat tren penurunan populasi kerbau setiap tahunnya. Berdasarkan data Triwulan IV Tahun 2025, jumlah kerbau di wilayah ini kini hanya tersisa 560 ekor.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Distan Banjar, drh. Lulu Vila Vardi, mengungkapkan bahwa lambatnya laju reproduksi menjadi pemicu utama. Berbeda dengan sapi, kerbau memiliki siklus kelahiran yang jauh lebih lama.

“Sistem reproduksi kerbau memang lebih lambat, biasanya hanya melahirkan dua sampai tiga tahun sekali. Akibatnya, pertumbuhan populasi tidak bisa secepat sapi,” ujar Lulu, Sabtu (28/2/2026).

Faktor Lingkungan dan Peralihan Ternak

Selain faktor biologis, menyusutnya habitat alami juga memperparah kondisi ini. Lahan rawa yang selama ini menjadi tempat hidup kerbau mulai beralih fungsi untuk kepentingan lain.

Kondisi ini diperparah dengan banyaknya peternak yang memilih pindah ke budidaya sapi karena dinilai lebih menjanjikan secara ekonomi.

“Daya dukung lingkungan berubah. Sebagian masyarakat juga beralih ke ternak lain yang lebih cepat berkembang, sehingga populasi kerbau terus menurun,” imbuhnya.

Pemetaan Wilayah dan Pasar

Saat ini, populasi kerbau di Kabupaten Banjar hanya terpusat di tiga titik utama. Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Asep Yusup Nugraha Siliwandi, merincikan sebaran tersebut:

• Cintapuri Darussalam: 416 ekor (dominasi kerbau rawa).
• Aranio: 111 ekor (dominasi kerbau sungai/danau).
• Sungai Pinang: 33 ekor.

Meski masih eksis, kerbau belum menjadi komoditas utama di pasar lokal. Perannya masih sebatas pelengkap atau alternatif bagi konsumen.

“Kerbau sifatnya melengkapi. Biasanya baru dicari dan dipotong untuk memenuhi kebutuhan pasar jika stok sapi sedang terbatas,” tutup Asep.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Ratusan Jemaah Haji Kabupaten Banjar Ikuti Pelepasan dan Salat Hajat Bersama

18 April 2026 - 11:30 WIB

Tanpa Pesaing, Irwan Bora Menuju Kursi Ketua KONI Banjar

16 April 2026 - 15:45 WIB

Sediakan Karaoke dan Kamar, Bangunan Liar Ditertikan Satpol PP

15 April 2026 - 20:52 WIB

Dugaan Pungli di PPS DPRD Dorong Pembentukan Satgas Penertiban

15 April 2026 - 16:53 WIB

Warga terdampak Puting Beliung di Martapura Timur Terima Bantuan

11 April 2026 - 16:05 WIB

Sebanyak 671 Jemaah Haji Kabupaten Banjar Siap Diberangkatkan

10 April 2026 - 18:32 WIB

Trending di Kab. Banjar