Menu ✖

Mode Gelap
Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR

DAERAH · 12 Mei 2026 19:56 WIB

DJPb Umumkan Triwulan I 2026 Ekonomi Kalsel Tumbuh Positif


 DJPb Umumkan Triwulan I 2026 Ekonomi Kalsel Tumbuh Positif Perbesar

Ricek.ID – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan (DJPb Kalsel) mengumumkan kinerja ekonomi dan fiskal daerah Triwulan I Tahun 2026 di Banjarmasin pada Selasa (12/5/2026) berdasarkan hasil Rapat Asset and Liability Committee (ALCo) Kementerian Keuangan Perwakilan Kalsel.

Kepala Kantor Wilayah DJPb Kalsel, Catur Ariyanto Widodo mengatakan, perekonomian Kalsel pada awal tahun 2026 menunjukkan tren yang positif dan tetap resilien di tengah dinamika global.

“Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada Triwulan I 2026 tercatat sebesar 5,67 persen secara tahunan atau year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen. Capaian ini juga menjadi yang tertinggi kedua di regional Kalimantan,” katanya.

Menurut Catur, pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat selama momentum Ramadhan dan Idul Fitri, termasuk tingginya mobilitas masyarakat pada momen hari besar keagamaan.

Dari sisi produksi, lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,12 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah tumbuh paling tinggi mencapai 18,91 persen.

“Peningkatan ini ditopang oleh membaiknya kinerja belanja pemerintah, antara lain melalui penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) serta berbagai program stimulus seperti diskon transportasi udara, darat, maupun laut,” jelasnya.

Dari sisi pengelolaan fiskal, realisasi Belanja Negara di Kalimantan Selatan hingga Maret 2026 mencapai Rp7,39 triliun atau 24,78 persen dari total pagu Rp29,85 triliun. Porsi terbesar dialokasikan untuk penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp5,43 triliun. Selain itu, kinerja APBD Kalsel pada Triwulan I 2026 juga mencatat surplus sebesar Rp1,86 triliun.

“Hal ini menunjukkan ruang fiskal daerah yang masih sehat untuk mendukung pembangunan dan menjaga stabilitas ekonomi daerah,” ucap Catur.

Di sektor perdagangan, Kalsel juga mencatatkan kinerja yang impresif. Neraca perdagangan pada Maret 2026 mengalami surplus sebesar US$929,42 juta atau tumbuh 12,56 persen secara tahunan.

Nilai ekspor tercatat mencapai US$1,10 miliar atau tumbuh 15,8 persen, yang didorong oleh peningkatan volume ekspor batu bara sebagai komoditas utama penopang ekonomi daerah.

Sementara itu, nilai impor juga mengalami kenaikan sebesar 36,3 persen menjadi US$173,32 juta, terutama dipengaruhi tingginya permintaan minyak petroleum serta mesin pengolahan hasil tambang.

Di sisi lain, tekanan inflasi di Kalsel mulai menunjukkan tren melandai pada Maret 2026. Inflasi tahunan tercatat sebesar 4,83 persen (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,80, menurun dibandingkan Februari 2026 yang sempat mencapai 5,97 persen. Meski demikian, angka tersebut masih berada di atas inflasi nasional yang tercatat sebesar 3,48 persen (yoy).

“Tekanan inflasi masih dipengaruhi komoditas emas perhiasan, tarif listrik, dan beras. Sedangkan secara bulanan, komoditas seperti ikan nila, telur ayam ras, dan cabai merah menjadi penyumbang utama inflasi,” ungkapnya.

Catur menambahkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalsel terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui berbagai program strategis, termasuk Operasi Pasar Murah yang hingga Maret 2026 telah menyalurkan 810 ribu ton beras SPHP.

Selain itu, pemerintah juga memberikan fasilitasi distribusi pangan dan penyediaan voucher pada Pasar Raya TPID VI guna menjaga daya beli masyarakat.

“Kami optimistis sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan agar tetap kuat dan berkelanjutan,” tutup Catur.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Naikkan TPP ASN Pemprov Kalsel hingga 98 Persen, Gubernur Dorong Peningkatan Kinerja

3 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Hadapi Karhutla, Satpol PP & Damkar Kalsel Perkuat Patroli & Pengamanan Ring 1 Bandara

3 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan & Jejak Budaya Banjar, Benih Siam Madu Murakata Kalsel Dibawa ke Papua

3 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Kecamatan O’o’u Kabupaten Nias Selatan Dilanda Banjir, Puluhan Rumah Penduduk Terendam

3 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Padamkan Titik Api Karhutla, Gubernur Kalsel Kerahkan Ekskavator & Pembasahan Lahan di Kawasan Sambang Lihum

2 Oktober 2026 - 22:05 WIB

Komisi IV DPR Pastikan Stok Beras Aman & Produksi Padi 2026 Terjaga

2 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Trending di EKOBIS