Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

ADVERTORIAL · 7 Sep 2026 20:24 WIB

Dosen FH ULM Ajak Mahasiswa Belajar Langsung Penanggulangan Karhutla


 Dosen FH ULM Ajak Mahasiswa Belajar Langsung Penanggulangan Karhutla Perbesar

Ricek.ID – Dosen Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Daddy Fahmanadie, bawa mahasiswa semester III untuk mengikuti kuliah lapangan di kawasan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di dekat Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru pada Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran mata kuliah Pengantar Lingkungan Lahan Basah. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teoritis di ruang kelas, tetapi juga diajak mengamati secara langsung kondisi lingkungan serta penanganan Karhutla yang terjadi di lapangan.

Daddy Fahmanadie menjelaskan, pembelajaran lapangan penting agar mahasiswa memahami fakta dan persoalan lingkungan lahan basah secara nyata. Salah satu persoalan yang diamati adalah kebakaran pada lahan gambut dalam ekosistem lahan basah.

“Hari ini kami membawa mahasiswa untuk melihat secara praktis bagaimana penanggulangan yang dilakukan oleh berbagai unsur, termasuk hambatan-hambatan yang dihadapi di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, penanggulangan Karhutla bukan pekerjaan mudah. Ketika kebakaran terjadi, proses pemadaman menghadapi berbagai tantangan dan berpotensi menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan.

Karena itu, ia berharap persoalan Karhutla dapat ditangani secara bersama-sama oleh seluruh elemen dengan membangun kerangka penanggulangan yang bersifat permanen. Langkah tersebut dinilai penting mengingat dampak Karhutla tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap masyarakat.

“Asap yang ditimbulkan dapat menyebabkan risiko kesehatan bagi masyarakat. Karena itu, penanggulangan dan penyelesaian secara permanen menjadi hal yang sangat penting,” katanya.

Kegiatan kuliah lapangan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan dan mendapat dukungan sejumlah instansi, termasuk DPRD Kalimantan Selatan serta Universitas Lambung Mangkurat.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga mendapatkan pemaparan dari pakar Fakultas Kehutanan ULM, Prof. Ahmad Jauhari, yang memiliki kompetensi di bidang kebakaran hutan dan lahan. Ia turut berperan dalam menginisiasi aplikasi untuk mendukung penanggulangan Karhutla di Kalimantan Selatan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai persoalan lingkungan lahan basah, khususnya Karhutla, sekaligus memahami pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanggulangan secara berkelanjutan.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bigfast Banjarbaru Awali Usaha di Era Pandemi, Kini Raup Puluhan Juta per Bulan

7 September 2026 - 20:45 WIB

Sekda Banjarbaru Dorong Antisipasi Masalah Sejak Dini, Tak Menunggu Hingga Membesar

7 September 2026 - 20:42 WIB

Sekda Banjar Dorong ASN Jadi Panutan Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor

7 September 2026 - 20:39 WIB

Lantik 23 Pambakal, Bupati Banjar Minta Rangkul Seluruh Masyarakat

7 September 2026 - 20:37 WIB

BPBD Banjar Distribusikan 10 Ribu Liter Air Bersih Di Kecamatan Beruntung Baru

7 September 2026 - 20:35 WIB

Dishub Kalsel Perkuat Keselamatan Pengguna Jalan, Pasang 25 Unit PJU di Jalan Trans Kalimantan

7 September 2026 - 20:27 WIB

Trending di ADVERTORIAL