Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

ADVERTORIAL · 1 Nov 2024 14:20 WIB

Haji Fani – Habib Taufan Optimistis Bisa Kembangkan Potensi Perkebunan Kopi dan Buah di Tabalong


 Haji Fani - Habib Taufan saat bersilaturahmi dengan warga Desa Lumbang, Kecamatan Muara Uya menyatakan optimistis bisa kembangkan potensi perkebunan kopi dan buah di Tabalong .(ist/dzr) Perbesar

Haji Fani - Habib Taufan saat bersilaturahmi dengan warga Desa Lumbang, Kecamatan Muara Uya menyatakan optimistis bisa kembangkan potensi perkebunan kopi dan buah di Tabalong .(ist/dzr)

TANJUNG – Calon Bupati Tabalong, Haji Fani, optimistis bisa mengembangkan besarnya potensi perkebunan kopi dan buah-buahan di daerah itu.

Hal itu dia ungkapkan setelah menyerap aspirasi masyarakat Desa Lumbang, Kecamatan Muara Uya, terkait potensi UMKM, salah satunya perkebunan kopi dan buah-buahan, Kamis (30/10) malam.

Ihar, warga setempat menyampaikan bahwa desanya memiliki potensi perkebunan kopi yang besar. Hanya saja saat ini minat pasat mulai menurun.

Padahal, sebelumnya para petani sudah pernah mengelola hasil perkebunan tanaman kopi, di antaranya jenis robusta dan liberika.

Ilustrasi : Haji Fani dan Habib Taufan optimis bidang perkebunan salah satunya kopi memiliki potensi besar asal dikelola dengan baik salah satunya sisi pemasarannya. (ist/rnc)

“Potensi UMKM di sini banyak, Pak. Sebelumnya hasil perkebunan kopi pernah dikembangkan. Tapi belakangan produksi perkebunan itu tidak lagi mendapat pasar. Beberapa tahun ini sudah mulai lesu,” kata Ihar, warga setempat, Kamis (30/10/2024) malam.

Mendengar cerita dari Ihar, Haji Fani prihatin. “Padahal saat ini, peminat kopi banyak, bisnis urban berupa restoran, kafe secara khusus mengembangkan kedai kopi. Beragam varian kopi juga dijual di situ,” ujarnya.

Pemerintah, kata dia, harus lebih serius dalam mengelola potensi besar itu.

Bukan hanya kopi, tetapi juga hasil perkebunan hortikultura dengan varian buah jenis yang tergolong langka, dari cempedak, kalangkala, lai, langsat dan rambai.

Ilustrasi : Haji Fani dan Habib Taufan optimis bidang perkebunan salah satunya cempedak memiliki potensi besar asal dikelola dengan baik salah satunya sisi pemasarannya. (ist/yt)

“Kita sudah memiliki bahan bakunya. Saya optimistis, ke depan kita mampu mengembangkan hasil perkebunan buah itu menjadi kuliner sehat, bergizi dengan berbagai jenis varian minuman segar,” ujarnya.

Pemkab Tabalong sendiri pernah mencanangkan empat lokasi seluas 25 hektare lahan di wilayah tengah dan utara sebagai kawasan perkebunan kopi.

Lokasinya berada di Desa Santuun, Nawin, Uwie dan Desa Muara Uya.

“Hanya saja, saat itu pengelolaan perkebunan kopi belum memperhatikan distribusi dan pemasarannya. Karena sebatas membantu petani untuk tidak tergantung pada perkebunan karet sebagai penghasilan utama,” kata Haji Fani.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Borong 10 Penghargaan ISRA 2026

8 Agustus 2026 - 22:03 WIB

Pemkab Kotabaru Gelar HAN 2026, Dorong Partisipasi & Kreativitas Anak

8 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Siapkan Layanan Uji KIR Kendaraan Listrik, Dishub Banjar Usulkan Pengadaan Alat Khusus Tahun Depan

7 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Tunda Penerapan Pajak Marketplace

7 Agustus 2026 - 01:57 WIB

Percepat Transformasi BUMN & Penyelesaian Isu Strategis, Kepala BP BUMN Temui Menkeu

7 Agustus 2026 - 01:54 WIB

Stabilkan Fiskal Daerah Sesuai Arahan Presiden, Kemenkeu Salurkan Bantuan Rp20,5 Triliun

7 Agustus 2026 - 01:51 WIB

Trending di EKOBIS