Menu

Mode Gelap
Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban Kelangkaan BBM Lumpuhkan Transportasi di Kotabaru, Sopir dan Nelayan Terdampak ABK Jatuh di Perairan Trisakti Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Berakhir

EKOBIS · 6 Des 2022 15:52 WIB

Harga Beras Diprediksi Naik Hingga Awal Tahun


 Salah satu toko beras di pasar tradisional Martapura, Kabupaten Banjar Perbesar

Salah satu toko beras di pasar tradisional Martapura, Kabupaten Banjar

Harga beras terus melonjak naik dalam beberapa bulan terakhir di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.

Di pasar tradisional Martapura misalnya. Rata-rata semua jenis beras mengalami kenaikan di kisaran Rp3.000 – Rp4.000 hanya dalam kurun waktu dua bulan.

“Beras Lokal, beras Jawa, semuanya naik. Naiknya secara bertahap namun terus terjadi dalam beberapa bulan ini,” ungkap Ahmad seorang pedagang beras di Pasar Martapura, Selasa (6/12/2022).

Kenaikan harga beras paling tinggi di pasar Martapura, diungkapkan Ahmad untuk beras lokal jenis Mayang Jambun.

“Paling tinggi harganya saat ini yakni beras lokal jenis Mayang Jambun. Awalnya Rp12.000, Oktober Sekitar Rp14.000 dan saat ini sudah mencapai Rp20.000/liter,” ungkapnya.

Untuk beras Jawa ditambahkan Ahmad, harganya pun turut mengalami kenaikan. Satu karung beras Jawa saat ini sudah di harga Rp500ribu-Rp800ribu.

Itu kalau dijual per liter diharga Rp13.000 – Rp14.000, dulunya hanya kisaran Rp10.000 aja.

Ahmad, Penjual beras

Meski harga beras terus melonjak naik, masyarakat tak ada pilihan dan tetap membeli kebutuhan pokok ini. Diprediksi, kenaikan harga masih berlanjut hingga awal tahun mendatang.

“Kadang pembeli ada yang ngomel-ngomel tapi tetap dibeli juga, habisnya mau gimana lagi, kami pun mendapatkannya sudah dengan harga tinggi. Kalau melihat yang sudah-sudah, puncak kenaikan harga biasanya baru akan terjadi pada awal tahun, setelah itu baru kembali normal,” tutur Ahmad.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Komdigi Nilai Indonesia Punya Posisi Strategis Di Rantai Pasok Global AI

7 Mei 2026 - 19:05 WIB

Di Tengah Cuaca Ekstrem, Stok Ikan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Dipastikan Aman

7 Mei 2026 - 18:31 WIB

BPS Banjar Butuh 559 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026, Rekrutmen Segera Dibuka

7 Mei 2026 - 14:57 WIB

BI Siapkan Tujuh Langkah Penguatan Saat Rupiah Undervalued

6 Mei 2026 - 20:29 WIB

Ekonomi Tumbuh 5,61%, Stimulus Baru & Strategi Perkuat Stabilitas Rupiah Disiapkan

6 Mei 2026 - 20:21 WIB

Jelang Wajib Sertifikasi 2026, BPJPH Perkuat Kerja Sama Halal Dengan Tiongkok

6 Mei 2026 - 20:15 WIB

Trending di EKOBIS