Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

Kab. Banjar · 25 Apr 2025 18:39 WIB

Hari Malaria Sedunia, Wabup Banjar Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor


 Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, saat membuka pertemuan koordinasi peringatan Hari Malaria Sedunia tingkat Kabupaten Banjar di Hotel Roditha Banjarbaru, Jumat (25/4/2025. foto-RSB Perbesar

Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, saat membuka pertemuan koordinasi peringatan Hari Malaria Sedunia tingkat Kabupaten Banjar di Hotel Roditha Banjarbaru, Jumat (25/4/2025. foto-RSB

Riceknews.Id – Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, menyerukan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pemberantasan malaria. Hal ini disampaikan saat membuka pertemuan koordinasi peringatan Hari Malaria Sedunia tingkat Kabupaten Banjar di Hotel Roditha Banjarbaru, Jumat (25/4/2025) pagi.

Habib Idrus menjelaskan, peringatan tahunan ini menjadi momentum global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai gejala, pencegahan, serta pentingnya akses terhadap diagnosis dan pengobatan malaria. Ia menekankan peran penting puskesmas dan kader kesehatan sebagai ujung tombak dalam upaya ini.

“Puskesmas dan kader kesehatan harus menjadi ujung tombak. Pelibatan masyarakat dalam pemantauan kasus dan pengobatan tuntas adalah kunci keberlanjutan,” tegasnya.

Wabup Banjar berharap pertemuan ini dapat memperkuat komitmen dan kepemimpinan dalam mewujudkan Kabupaten Banjar Bebas Malaria, sejalan dengan target Indonesia Bebas Malaria 2030. “Dengan dukungan dan peran aktif seluruh elemen masyarakat melalui aksi bersama, kita optimis dapat mewujudkan Indonesia Bebas Malaria pada 2030,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Yasna Khairina, melaporkan temuan 14 kasus malaria di lima kecamatan (Sungai Pinang, Pengaron, Aranio, Karang Intan, dan Simpang Empat) sepanjang Januari hingga April 2025. “Seluruh kasus tersebut berasal dari luar daerah endemis malaria. Hal ini mengingatkan kita untuk tetap waspada agar tidak terjadi penularan lokal atau indigenous,” jelas Yasna.

Kabupaten Banjar sendiri telah meraih sertifikat eliminasi malaria pada tahun 2022. Di Kalimantan Selatan, selain Banjar, saat ini tersisa tiga daerah yang masih menunggu penilaian pusat untuk status eliminasi malaria, yaitu Kabupaten Tanah Bumbu, Balangan, dan Kotabaru.

Pertemuan lintas sektor ini turut dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Muslim, Kabid P2P Dinkes Banjar, Marzuki, serta para camat dari lima kecamatan dan kepala UPTD puskesmas se-Kabupaten Banjar.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

258 Keluarga Desa Pekauman Terima Bantuan Beras Bulog

1 September 2026 - 16:36 WIB

Staf DPRD Banjar Dipanggil Polda Kalsel, Ini Penjelasan Pimpinan Dewan

25 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Aparat Desa Keramat Bersama Relawan Bagi-Bagi Masker Asap Karhutla

25 Agustus 2026 - 19:12 WIB

3.000 Warga Ikuti Jalan Santai HUT RI & Hari Jadi Kabupaten Banjar

23 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Naupal Hebatullah Raih Medali Perak O2SN 2026 Cabang Pencak Silat

23 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Wartawan Banjar-Banjarbaru Adu Strategi Catur & Domino dalam Lomba Kemerdekaan FJB

22 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Trending di ADVERTORIAL