Menu

Mode Gelap
MV Hai Da Bawa 69 Korban Selamat KM Virgo Tiba di Banjarmasin KM Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Meninggal, 136 Masih Dicari KM Virgo Transport 8, 103 Orang Telah Dievakuasi dari Perairan Laut Jawa Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha

ADVERTORIAL · 14 Sep 2026 21:15 WIB

Hingga 13 September, 2.086 Hektare Lahan Terbakar & 9.718 Kasus ISPA di Kabupaten Banjar


 Hingga 13 September, 2.086 Hektare Lahan Terbakar & 9.718 Kasus ISPA di Kabupaten Banjar Perbesar

Ricek.ID – Bupati Banjar Saidi Mansyur tegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi perhatian serius di wilayah tersebut. Hingga 13 September 2026, tercatat 305 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 2.086,638 hektare, yang tersebar di 70 desa pada 13 kecamatan.

Hal tersebut disampaikan Saidi saat memimpin Apel Hari Kesadaran Nasional Lingkup Pemerintah Kabupaten Banjar di halaman Kantor Bupati Banjar pada Senin (14/9/2026). Dalam amanatnya, Saidi mengakui penanganan karhutla bukan pekerjaan mudah. Kondisi geografis, karakteristik lahan gambut, hingga keterbatasan akses menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.

Sejumlah wilayah seperti Cintapuri Darussalam, Martapura Barat, Martapura Timur, Sungai Tabuk, Gambut dan Beruntung Baru memiliki lahan gambut yang membuat api tidak hanya mudah menyebar di permukaan, tetapi juga dapat bertahan dan menjalar di bawah permukaan tanah.

Kondisi tersebut diperberat dengan lokasi kebakaran yang sulit dijangkau, keterbatasan akses kendaraan serta jauhnya sumber air. Akibatnya, proses pemadaman membutuhkan waktu, tenaga dan sumber daya yang jauh lebih besar.

“Karena itulah saya secara pribadi turun langsung ke lapangan bersama jajaran BPBD, Damkar dan SKPD terkait, TNI/Polri, instansi terkait, serta para relawan. Ini merupakan bentuk kehadiran dan komitmen bahwa Pemerintah Daerah tidak tinggal diam dalam menghadapi bencana ini,” tegas Saidi.

Tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, karhutla juga memberikan konsekuensi langsung terhadap kesehatan masyarakat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, sejak Minggu ke-27 hingga Minggu ke-35 Tahun 2026, atau periode 5 Juli hingga 5 September 2026, tercatat secara kumulatif 9.718 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Melihat kondisi tersebut, Saidi meminta Dinas Kesehatan meningkatkan pelayanan dan memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang terdampak kabut asap, terutama kelompok rentan.

“Melihat tren ini, saya minta Dinas Kesehatan memastikan pelayanan bagi masyarakat terdampak, khususnya penanganan kasus ISPA dan perhatian ekstra kepada kelompok rentan seperti balita, ibu hamil dan lanjut usia,” ucapnya .

Dampak karhutla juga menjadi perhatian di sektor pendidikan. Saidi menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar telah menerbitkan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Pembelajaran di Masa Kabut Asap pada Satuan Pendidikan di Kabupaten Banjar.

Melalui kebijakan tersebut, satuan pendidikan yang terdampak atau terpapar kabut asap diperkenankan melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar dari Rumah (BDR) dengan tetap mempertimbangkan kualitas udara serta keselamatan dan kesehatan peserta didik maupun seluruh warga satuan pendidikan.

Menutup amanatnya, Saidi mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak hanya fokus pada penanganan bencana, tetapi juga memastikan roda pemerintahan dan target pembangunan tetap berjalan optimal hingga akhir tahun anggaran. Ia meminta seluruh perangkat daerah segera mengevaluasi capaian fisik dan keuangan sampai dengan saat ini. Program dan kegiatan yang masih memiliki progres rendah diminta segera diidentifikasi kendalanya dan dilakukan langkah percepatan.

“Penguatan disiplin kinerja dan koordinasi sampai akhir tahun. Saya minta seluruh Kepala Perangkat Daerah memahami target yang harus dicapai sampai dengan akhir Tahun Anggaran 2026, serta secara aktif menyelesaikan berbagai kendala yang ada. Jangan saling menunggu dan jangan ada ego sektoral. Kalau persoalannya lintas sektor, maka penyelesaiannya juga harus dilakukan secara lintas sektor,” pungkasnya.

Sumber : Media Center Banjar

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bunda PAUD Banjarmasin Perkuat Akses Pendidikan Prasekolah Banjarmasin

14 September 2026 - 21:34 WIB

Wabup Banjar Lantik 12 Ranting NU se-Kecamatan Beruntung Baru, Ajak Perkuat Sinergi

14 September 2026 - 21:29 WIB

BUSER 690 Bagikan Bantuan BBM Bupati Banjar kepada Relawan Karhutla

14 September 2026 - 21:27 WIB

Hadapi Kebakaran & Karhutla, DPKP Banjar Perkuat Sinergi 123 BPK

14 September 2026 - 21:24 WIB

Sekda Banjar Tekankan Kompetensi ASN dalam Pengadaan Barang & Jasa

14 September 2026 - 21:21 WIB

Bupati Banjar Salurkan APD & BBM Rp50 Juta untuk Relawan BUSER 690

14 September 2026 - 21:18 WIB

Trending di ADVERTORIAL