Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

NASIONAL · 21 Agu 2026 15:59 WIB

Kemenhub Pantau Dampak Asap Karhutla terhadap Operasional Penerbangan


 Kemenhub Pantau Dampak Asap Karhutla terhadap Operasional Penerbangan Perbesar

Ricek.ID – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus memantau pergerakan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan dan dampaknya terhadap operasional penerbangan di sejumlah bandar udara.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, dalam rilis pada Jumat (21/8/2026) menyampaikan bahwa jarak pandang (visibility) merupakan salah satu faktor penting dalam keselamatan penerbangan. Apabila berada di bawah batas operasional yang dipersyaratkan, penerbangan dapat ditunda, dialihkan, maupun dibatalkan.

“Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Operator wajib melakukan penyesuaian apabila kondisi jarak pandang tidak memenuhi persyaratan. Kami terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Lukman.

Asap tebal berdampak pada operasional Bandara Singkawang (SKJ) dan menyebabkan pembatalan sejumlah penerbangan.

Pada 16 Agustus 2026, dengan jarak pandang sekitar 3.000 meter, penerbangan TransNusa terdampak dengan jumlah 174 penumpang rute Bandara Soekarno Hatta (CGK) – Bandara Singkawang (SKJ) dan 153 penumpang SKJ-CGK. Super Air Jet terdampak dengan 180 penumpang CGK-SKJ dan 87 penumpang SKJ-CGK.

Pada 18 Agustus, jarak pandang sekitar 2.000 meter, TransNusa terdampak masing-masing 174 penumpang pada rute CGK-SKJ dan SKJ-CGK, sedangkan Super Air Jet masing-masing 180 dan 179 penumpang.

Pada 19 Agustus, jarak pandang sekitar 2.500 meter, TransNusa terdampak masing-masing 164 dan 165 penumpang pada rute CGK-SKJ dan SKJ-CGK, sementara Super Air Jet masing-masing 180 penumpang pada kedua rute tersebut.

Penumpang terdampak memperoleh penanganan berupa full refund dan perubahan tanggal penerbangan secara gratis hingga tujuh hari ke depan, sesuai kebijakan maskapai.

Di Kalimantan Timur, pemantauan dilakukan di tujuh bandar udara, yakni Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, A.P.T. Pranoto, Kalimarau, Nusantara, Datah Dawai, Maratua, dan Melalan. Bandara Nusantara, Datah Dawai, Maratua, dan Melalan beroperasi normal, sementara bandara lainnya terus dipantau.

Di Kalimantan Tengah, pemantauan dilakukan di Bandara Tjilik Riwut, Iskandar, H. Asan, H.M. Sidik, Tumbang Samba, Kuala Kurun, Kuala Pembuang, Sanggu, dan Bandara Khusus Puruk Cahu. Bandara Tumbang Samba dan Bandara Khusus Puruk Cahu beroperasi normal.

Dampak asap di Bandara Iskandar-Pangkalan Bun (PKN) menyebabkan keterlambatan penerbangan NAM Air, yaitu CGK-PKN dari 07.00 menjadi 08.50 WIB, PKN-SRG dari 07.30 menjadi 09.38 WIB, SRG-PKN dari 10.15 menjadi 12.05 WIB, dan PKN-SUB dari 10.45 menjadi 12.34 WIB.

Di Kalimantan Utara, pemantauan dilakukan di Bandara Juwata, Tanjung Harapan, Yuvai Semaring, Kolonel Robert Atty Bessing, Long Apung, dan Nunukan. Bandara Tanjung Harapan dan Nunukan beroperasi normal, sedangkan bandara lainnya terus dipantau.

Ditjen Perhubungan Udara menginstruksikan seluruh penyelenggara bandar udara dan operator penerbangan untuk meningkatkan kewaspadaan serta memantau cuaca dan jarak pandang secara berkala. Penyesuaian penerbangan dilakukan berdasarkan kondisi aktual dan pertimbangan keselamatan, sehingga jadwal dapat berubah sewaktu-waktu.

“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan dari dan ke wilayah terdampak asap untuk memperhatikan informasi terbaru dari maskapai dan bandar udara serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi penyesuaian penerbangan,” kata Lukman.

Ditjen Perhubungan Udara bersama penyelenggara bandar udara, maskapai, AirNav Indonesia, BMKG, dan instansi terkait terus berkoordinasi memantau perkembangan karhutla di seluruh wilayah Indonesia dan dampaknya terhadap penerbangan.

Sumber : Hubud Kemenhub

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Polisi Bersama Masyarakat, Wakapolri Tegaskan Komitmen Berantas Premanisme & Jaga Dunia Usaha

9 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Kapolda NTB Uji Jalur Penonton hingga Sirkuit Menjelang MotoGP Mandalika

9 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Kemkomdigi Pastikan Layanan Telekomunikasi Siap Dukung 200 Ribu Penonton MotoGP Mandalika

9 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Pemerintah Terbitkan Perpres 27/2026, Pengemudi Ojek Online Dapat Kepastian Hukum & Batas Biaya Platform 8 Persen

9 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Prabowo: Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik Bukti Nyata Strategi Hilirisasi Indonesia

8 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Jaga Kepercayaan & Lindungi Investasi

8 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Trending di EKOBIS