Menu

Mode Gelap
MV Hai Da Bawa 69 Korban Selamat KM Virgo Tiba di Banjarmasin KM Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Meninggal, 136 Masih Dicari KM Virgo Transport 8, 103 Orang Telah Dievakuasi dari Perairan Laut Jawa Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha

Pemprov Kalsel · 20 Feb 2026 20:30 WIB

Komisi IX DPR RI Soroti Stunting dan Program MBG, Pemprov Kalsel Harap Dukungan Pusat


 Komisi IX DPR RI Soroti Stunting dan Program MBG, Pemprov Kalsel Harap Dukungan Pusat Perbesar

Banjarbaru, Ricek.ID – Kunjungan kerja Komisi IX DPR RI ke Provinsi Kalimantan Selatan disambut positif oleh jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kalimantan Selatan, M. Syarifuddin.

Dalam keterangannya, Sekretaris Daerah Kalimantan Selatan menyampaikan bahwa berbagai isu strategis telah dibahas dalam pertemuan tersebut, termasuk paparan dari Dinas Tenaga Kerja Tramigrasi, Dinas Kesehatan, serta perangkat daerah lainnya.

“Banyak hal yang sudah disampaikan dari dinas-dinas provinsi, baik dari Disnakertrans maupun Dinas Kesehatan. Kami sangat menyambut positif apa yang menjadi perhatian dan masukan dari Komisi IX. Mudah-mudahan dengan adanya kunjungan ini, berbagai permasalahan yang dihadapi di daerah dapat dibantu penyelesaiannya,” kata Syarifuddin, Banjarbaru, Jumat (20/2/2026).

Salah satu poin penting yang menjadi pembahasan adalah upaya penurunan stunting di Kalimantan Selatan. Menurut Syarifuddin, penurunan angka stunting di Kalsel menunjukkan tren yang cukup signifikan, meskipun masih perlu kerja keras untuk mencapai target nasional.

“Memang sudah diakui bahwa penurunannya cukup signifikan. Namun kita tetap memiliki harapan dan target dari pusat. Harapan kita angka stunting bisa ditekan hingga 10 persen. Saat ini masih berada di kisaran 22 persen. Karena itu, diperlukan kerja sama semua pihak agar target tersebut bisa tercapai,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam percepatan penurunan stunting, baik dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, maupun dukungan legislatif.

Selain stunting, turut dibahas pelaksanaan program MBG yang masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan yang ada di Kalimantan Selatan.

Syarifuddin menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan melakukan pendekatan persuasif kepada pimpinan pondok pesantren guna mengetahui secara langsung kendala dan alasan penolakan terhadap program tersebut.

“Kami akan mencoba pendekatan dengan pimpinan pondok, apa kendalanya, apa permasalahannya. Harapan kita, jika sudah diketahui persoalannya, maka manfaat dari program MBG ini bisa diterima dan dirasakan bersama,” ujarnya.

Melalui kunjungan kerja ini, Syarifuddin berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara daerah dan pusat dalam menyelesaikan berbagai persoalan strategis, khususnya di bidang kesehatan dan ketenagakerjaan.

(MC Kalsel)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Wagub Kalsel Hadiri Seminar Kebangsaan & Kuliah Perdana IAI KHAS Al-Arsyadi Kandangan

16 September 2026 - 21:47 WIB

Sambangi Korban Kapal Virgo Transport 8, Gubernur Kalsel Serahkan Bantuan Uang Pribadi

16 September 2026 - 21:41 WIB

Disdukcapil Kalsel Monitoring Perekaman KTP-el Pemilih Pemula di SMAN 1 Banjarbaru

16 September 2026 - 20:05 WIB

Pemprov Kalsel Tegaskan Layanan Publik & Penguatan Fiskal Jadi Fokus RAPBD 2027

16 September 2026 - 20:03 WIB

Dispersip Kalsel Dorong Budaya Membaca & Berpikir Kritis dalam Peringatan Hari Literasi Internasional 2026

16 September 2026 - 19:04 WIB

Perkuat Pembinaan Basket, Perbasi Kalsel Sasar Sekolah hingga Akademi Wasit

16 September 2026 - 19:02 WIB

Trending di ADVERTORIAL