Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

ADVERTORIAL · 15 Jul 2026 18:42 WIB

Lakukan Penanganan Darurat, Dinas PUPR Kalsel Siapkan Solusi Permanen Atasi Jalan Ambles di Sungai Lulut


 Lakukan Penanganan Darurat, Dinas PUPR Kalsel Siapkan Solusi Permanen Atasi Jalan Ambles di Sungai Lulut Perbesar

Ricek.ID – Guna mempercepat penanganan badan jalan yang ambles akibat penurunan tanah di sisi sungai, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan (PUPR Kalsel) pertimbangkan untuk menutup sementara ruas Jalan Veteran di Kelurahan Sungai Lulut, Kota Banjarmasin.

Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib, di Banjarbaru pada Rabu (15/7/2026) mengatakan keputusan penutupan masih dikoordinasikan bersama Forum Lalu Lintas. Langkah tersebut dinilai penting agar proses perbaikan dapat dilakukan secara menyeluruh tanpa terganggu arus kendaraan sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan.

“Kami lagi berkoordinasi dengan teman-teman di Forum Lalu Lintas. Kalau bisa, selama penanganan jalan itu ditutup dulu sementara supaya kami bisa bekerja secara komprehensif dan penuh, tidak terganggu lalu lintas, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan,” Kata Yasin.

Apabila penutupan diberlakukan, masyarakat dapat menggunakan Jalan Rahayu sebagai jalur alternatif.

Yasin menjelaskan, penanganan darurat telah dimulai sejak Selasa (14/7) dengan pemasangan rambu peringatan, traffic cone, dan barrier di sekitar lokasi. Tim Bidang Bina Marga bersama konsultan teknis juga telah melakukan pemeriksaan lapangan.

Hasil pengamatan sementara menunjukkan badan jalan mengalami penurunan akibat gerusan di tepi sungai yang mengurangi daya dukung tanah di bawah konstruksi jalan.

“Dari hasil pengamatan memang terjadi lagi gerusan di lokasi tersebut sehingga menyebabkan penurunan badan jalan. Akibatnya jalan retak dan kemudian ambles,” ucapnya.

Untuk penanganan awal, PUPR akan membongkar bagian jalan yang rusak, memasang cerucuk galam sebagai penguat tanah, dilanjutkan pemasangan geotekstil sebelum dilakukan penimbunan secara bertahap. Pengaspalan baru akan dilaksanakan setelah kondisi tanah dinyatakan benar-benar stabil.

“Kami tidak bisa langsung mengaspal. Timbunan dipasang bertahap agar penurunannya bisa dipantau. Setelah benar-benar stabil baru dilakukan pengaspalan,” jelasnya.

Menurut Yasin, proses penanganan hingga ruas jalan dapat kembali difungsikan diperkirakan memerlukan waktu sekitar tiga minggu hingga satu bulan.

Ia mengakui kerusakan di Jalan Veteran bukan kali pertama terjadi. Pola serupa juga pernah ditemukan di Jalan Martapura Lama pada 2024 serta di kawasan Lampihong, Kabupaten Balangan.

Menurutnya, ruas jalan yang berada di bantaran sungai memiliki karakteristik tanah yang rentan mengalami penurunan saat memasuki musim kemarau. Ketika tanah yang sebelumnya jenuh air mulai mengering, ikatan antarpartikel tanah melemah sehingga lebih mudah turun saat menerima beban kendaraan.

“Polanya seperti itu. Jalan berada di pinggir sungai, tanah mulai mengering saat musim kemarau, kemudian dibebani kendaraan sehingga akhirnya longsor,” ujarnya.

Yasin menambahkan, penanganan yang selama ini dilakukan masih bersifat sementara melalui overlay perkerasan dan perbaikan lapis pondasi agregat agar jalan tetap dapat dilalui masyarakat. Namun, metode tersebut belum menyelesaikan penyebab utama penurunan tanah.

Untuk penanganan permanen, PUPR sebenarnya telah mengkaji pembangunan menggunakan sistem pile slab maupun dinding penahan tanah (DPT). Namun, pelaksanaannya terkendala padatnya permukiman di bantaran sungai, sempitnya ruang kerja, tingginya volume lalu lintas, serta sulitnya mobilisasi alat berat.

Sebagai tindak lanjut, PUPR akan melakukan inspeksi teknis dan investigasi geoteknik yang meliputi survei visual, pemetaan retakan, pengujian struktur perkerasan, hingga penyelidikan kondisi tanah.

“Hasil investigasi tersebut akan menjadi dasar penentuan metode penanganan permanen, termasuk kemungkinan penggunaan geotekstil, geogrid, sheet pile, bronjong, maupun dinding penahan tanah sesuai hasil analisis,” ungkapnya

Sembari menunggu keputusan penutupan jalan dan pelaksanaan perbaikan, Dinas PUPR Kalsel mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintasi kawasan Jalan Veteran serta mematuhi arahan petugas di lapangan.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Sambangi Dua Kecamatan, Saidi Mansyur Tinjau Progres Perbaikan Jalan

3 September 2026 - 22:10 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Salurkan Bantuan Penanganan Karhutla di Kalsel

3 September 2026 - 18:28 WIB

Tingkatkan Kemajuan Daerah, Bupati Kotabaru Tinjau Pembagunan Jalan Tembus Jembatan Tanjung Serdang

3 September 2026 - 16:19 WIB

Dampak Kabut Asap, Aisyiyah Kalsel Bagikan Masker Bagi Warga

3 September 2026 - 12:19 WIB

Masih Diselimuti Asap, Karhutla di Kota Banjarbaru Capai 1.263 Hektare

2 September 2026 - 23:15 WIB

Pemko Banjarbaru Salurkan Insentif Bagi 464 Orang Penggali Kubur & Penjaga Malam

2 September 2026 - 23:12 WIB

Trending di ADVERTORIAL