Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

Pemprov Kalsel · 8 Des 2025 20:02 WIB

Meratus Resmi Geopark Global UNESCO, Pemprov Kalsel Jamin Lindungi dari Penambangan


 Meratus Resmi Geopark Global UNESCO, Pemprov Kalsel Jamin Lindungi dari Penambangan Perbesar

Banjarbaru, Ricek.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan komitmen perlindungan kawasan setelah Geopark Meratus resmi menyandang status UNESCO Global Geopark (UGGp). Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, dari Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, beberapa waktu lalu.

Gubernur H. Muhidin menyampaikan bahwa pengakuan internasional dari UNESCO ini merupakan kebanggaan besar bagi Banua sekaligus tanggung jawab untuk memperkuat konservasi, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal.

Menanggapi kekhawatiran sejumlah pihak terkait potensi penambangan yang dikhawatirkan mengancam kawasan, Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalsel, Isharwanto, memberikan jaminan tegas.

“Lokasi-lokasi yang masuk UNESCO sudah didelineasi, dipetakan, dan itu tidak boleh diganggu. Tidak akan ditambang,” tegas Isharwanto di Banjarbaru, Senin (8/12/2025).

Komitmen Pusat dan Regulasi Ketat

Isharwanto menjelaskan, komitmen perlindungan kawasan Meratus ini juga datang dari pemerintah pusat. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto telah menekankan pentingnya menjaga situs-situs geologi dan budaya yang bernilai tinggi.

“Presiden Prabowo berkomitmen menyelamatkan situs-situs berharga. Kawasan UNESCO tidak boleh diganggu,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa seluruh zona pada kawasan UNESCO telah didelineasi dan dipetakan secara detail, sehingga batas-batas kawasan terlindungi secara regulatif dan pengawasan lingkungan diterapkan secara ketat.

Ancaman Status Dicabut

Isharwanto turut mengingatkan bahwa penilaian UNESCO dilakukan secara periodik setiap empat tahun. Status Geopark Global ini dapat terancam jika rencana kegiatan konservasi tidak berjalan sesuai komitmen.

“Geopark internasional tidak boleh dibiarkan stagnan. Kalau rencana kegiatannya tidak sesuai, bisa kena yellow card dan kalau tidak diperbaiki, status UNESCO bisa hilang,” jelas Isharwanto.

Ia menambahkan bahwa seluruh catatan UNESCO selama ini telah diperbaiki, dan kondisi Geopark Meratus dinilai baik. Penghargaan yang diterima kali ini bertujuan untuk memperkuat komitmen dan kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga kelestarian kawasan, sekaligus mendorong ekonomi lokal berbasis konservasi.

Acara penyerahan penghargaan tersebut turut dihadiri oleh dua menteri, empat gubernur, dan dua belas bupati, serta tokoh-tokoh pemangku kepentingan.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Gubernur Kalsel Kunjungi RSUD Ansari Saleh, Tinjau Rencana Pembangunan Gedung Kedokteran Nuklir & Pusat Layanan Jantung Terpadu

26 Juni 2026 - 19:49 WIB

Dispora & FORSGI Kalsel Dorong Pembinaan Atlet melalui Festival Sepak Bola Usia Dini U-10 & U-12

26 Juni 2026 - 19:40 WIB

Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII Gorontalo 2026, Kalsel Raih Sejumlah Prestasi Membanggakan

26 Juni 2026 - 18:19 WIB

Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru Gelar Open House, Kenalkan Program Ini bagi Masyarakat Umum

26 Juni 2026 - 18:02 WIB

Kemenko Polkam RI Sebut Sekolah Rakyat Efektif Memutus Mata Rantai Kemiskinan

26 Juni 2026 - 17:59 WIB

Diskominfo Kalsel Siap Dukung Lion Air Publikasikan Pembukaan Rute Internasional Banjarmasin–Kuala Lumpur

25 Juni 2026 - 21:58 WIB

Trending di ADVERTORIAL