Menu

Mode Gelap
Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban Kelangkaan BBM Lumpuhkan Transportasi di Kotabaru, Sopir dan Nelayan Terdampak ABK Jatuh di Perairan Trisakti Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Berakhir

EKOBIS · 15 Des 2022 17:19 WIB

Monitoring Harga dan Stok Kebutuhan Pokok Jelang Nataru


 Pemko Banjarmasin bersama Forkopimda monitoring harga dan stok kebutuhan pokok jelang Nataru di Pasar Sentra Antasari Perbesar

Pemko Banjarmasin bersama Forkopimda monitoring harga dan stok kebutuhan pokok jelang Nataru di Pasar Sentra Antasari

Pemerintah Kota Banjarmasin bersama jajaran Forkopimda monitoring harga dan stok bahan kebutuhan pokok jelang hari raya natal dan tahun baru (Nataru).

Kegiatan terpusat di Pasar Sentra Antasari yang menjadi salah satu lokasi utama distribusi bahan Pangan di Kota Banjarmasin.

Walikota Banjarmasin H. Ibnu Sina mengatakan, hasil monitoring menunjukkan penyebab tingginya angka Inflasi di kota Banjarmasin, termasuk beras lokal dan daging sapi yang mengalami lonjakan harga.

“Beras Banjar ada di kisaran Rp15.000 hingga Rp18.000 per liter, sementara daging yang biasanya Rp130.000 kini Rp160.000,” ungkapnya.

Lanjut Ibnu Sina, kebiasaan masyarakat dengan satu jenis beras menjadikan stok menipis dan mengalami lonjakan harga. Karenanya masyarakat dapat mencoba jenis beras lain dengan harga yang juga terjangkau.

“Mungkin karena tuntutan ekonomi dan sebagainya, masyarakat bisa saja kalau mau bergeser ke jenis beras Sulawesi atau Pemanukan (Jawa Barat) misalnya yang sama seperti beras lokal Banjar, harganya lebih murah, sekitar Rp11.000 atau Rp12.000,” bebernya.

Ibnu Sina menekankan, agar distribusi bahan pangan tidak mengalami gangguan dan harga dapat dikendalikan, pihak terkait melakukan koordinasi dan pemantauan dalam enam bulan ke depan.

“Perlu ada upaya menekan laju inflasi, kami imbau masyarakat jangan sampai terjadi Panic Buying. Semoga pengendalian inflasi segera dapat kita capai,” harapnya.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Komdigi Nilai Indonesia Punya Posisi Strategis Di Rantai Pasok Global AI

7 Mei 2026 - 19:05 WIB

Di Tengah Cuaca Ekstrem, Stok Ikan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Dipastikan Aman

7 Mei 2026 - 18:31 WIB

BPS Banjar Butuh 559 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026, Rekrutmen Segera Dibuka

7 Mei 2026 - 14:57 WIB

BI Siapkan Tujuh Langkah Penguatan Saat Rupiah Undervalued

6 Mei 2026 - 20:29 WIB

Ekonomi Tumbuh 5,61%, Stimulus Baru & Strategi Perkuat Stabilitas Rupiah Disiapkan

6 Mei 2026 - 20:21 WIB

Jelang Wajib Sertifikasi 2026, BPJPH Perkuat Kerja Sama Halal Dengan Tiongkok

6 Mei 2026 - 20:15 WIB

Trending di EKOBIS