Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

PENDIDIKAN · 9 Jan 2023 16:23 WIB

Pasca Bangunan Sekolah Ambruk, Hari Pertama Sekolah Belajar di Teras Masjid dan Pos Kesehatan


 Santri dan Pengajar Pondok Pesantren Nurus Sholehin Kota Banjarmasin terpaksa harus menempuh perjalanan kaki untuk mencapai tempat belajar mengajar sementara. Perbesar

Santri dan Pengajar Pondok Pesantren Nurus Sholehin Kota Banjarmasin terpaksa harus menempuh perjalanan kaki untuk mencapai tempat belajar mengajar sementara.

Hari pertama sekolah pasca libur tahun baru, Santri di Pondok Pesantren Nurus Sholehin Kota Banjarmasin terpaksa belajar di Teras Masjid dan Pos Kesehatan Kelurahan Basirih Selatan.

Hal ini lantaran bangunan Pondok Pesantren yang ada 12 ruangan tersebut, ambruk usai diterjang angin kencang beberapa waktu lalu.

Proses Belajar mengajar di Pos Kesehatan Kelurahan pasca sekolah ambruk

Kegiatan belajar mengajar yang ditempatkan di dua lokasi sementara ini, dilaksanakan tanpa kursi sehingga santri dan pengajar sama-sama lesehan.

“Kemungkinan aktivitas belajar mengajar disini berlangsung hingga bangunan sekolah selesai dibenahi,”ucap salah satu pengajar,Hafifah,Senin(9/1/2023).

Dikatakannya, Pondok Pesantren Nurus Sholehin sebenarnya memiliki bangunan lama, namun karena berada di daerah rawa dan lantainya rendah, bangunan juga tidak dapat dimanfaatkan karena terendam air.

“Karena itulah beberapa bulan lalu seluruh aktivitas sekolah dipindahkan ke bangunan baru meski masih dalam tahap penyelesaian. Namun kenyataan bangunan baru itu ambruk diterjang angin kencang,”ungkapnya.

Aktivitas belajar mengajar secara lesehan di Teras Masjid Kelurahan Basirih Selatan

Sementara, seorang santri yang mengikuti pelajaran di Pos Kesehatan Kelurahan, Mulia mengaku bahwa selain kondisi belajar yang terpaksa harus dilakukan dengan lesehan, jarak tempuh ke tempat belajar mengajar sementara ini juga tergolong jauh.

“Jaraknya tambah jauh dari sekolah sebelumnya,terpaksa jalan kaki lagi. Ditambah lagi tidak ada meja kursi, semuanya rusak saat bangunan sekolah ambruk.Semoga sekolahnya cepat dibangun,”harapnya.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Politeknik Kotabaru Wisuda 79 Lulusan, Siap Hadapi Dunia Kerja

12 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Wali Kota Banjarbaru Luncurkan Program STEM di SDN 2 Landasan Ulin Barat

7 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Raih Pelayanan Prima PEKPPP Nasional, Pemkab Banjar Apresiasi Capaian Disdik

5 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Peringati Hari Batik Nasional, TK Pertiwi Ranting Ajak Anak Belajar Membatik dengan Pewarna Makanan

4 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Asah Jiwa Wirausaha & Kreativitas Murid, SMP Negeri 1 Martapura Gelar Market Day

4 Oktober 2026 - 12:25 WIB

TK ‘Aisyiyah Ranting IV Martapura Gelar Mewarnai Peringati Hari Kesaktian Pancasila

2 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Trending di ADVERTORIAL