Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

Kab. Banjar · 15 Jan 2026 16:34 WIB

Pengungsi Banjir Dihantui Kekhawatiran Pasca Bencana


 Pengungsi banjir dari desa Bincau di Aula Disdik Banjar. Foto:Ricek.ID Perbesar

Pengungsi banjir dari desa Bincau di Aula Disdik Banjar. Foto:Ricek.ID

Ricek.IDBanjar– Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar hingga kini belum sepenuhnya surut. Kondisi tersebut membuat tidak sedikit warga terdampak masih bertahan di lokasi pengungsian, menunggu air surut sekaligus kepastian masa depan pascabencana.

Salah satu lokasi pengungsian berada di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar. Puluhan warga asal Desa Bincau menjadikan tempat tersebut sebagai lokasi berlindung sekaligus ruang hidup sementara sejak banjir merendam permukiman mereka.

Meski bantuan logistik terus berdatangan, kegelisahan masih tampak jelas di wajah para pengungsi. Mereka bertahan di pengungsian sambil memikirkan hari esok, terutama ketika bantuan berakhir dan kehidupan harus kembali dijalani secara mandiri.

Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga menghanyutkan sumber penghidupan. Ladang dan kebun yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi masyarakat terendam air, meninggalkan ketidakpastian bagi para petani dan perajin.

Rusmiati, salah satu pengungsi asal Desa Bincau, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masa depan ekonomi keluarganya. Selama ini, ia dan warga lainnya menggantungkan hidup dari bertani dan menjadi perajin bunga melati.

“Kami dari Desa Bincau kebanyakan berprofesi sebagai petani dan perajin bunga melati. Sekarang tidak tahu lagi bagaimana ke depannya, karena tanaman melati yang menjadi harapan sudah tidak berbunga, bahkan banyak yang mati akibat terlalu lama terendam banjir,” ujarnya.

Di pengungsian, Rusmiati dan warga lainnya hanya bisa menunggu air surut sembari berharap adanya bantuan lanjutan agar perekonomian yang terhenti dapat kembali mereka mulai setelah bencana berlalu.

“Sedih rasanya tidak bisa bekerja. Semoga nanti ada bantuan yang bisa menggerakkan kembali usaha kami setelah pulang dari pengungsian,” katanya.

Hal senada disampaikan Musrofah, pengungsi lain juga asal Desa Bincau. Ia mengaku telah tinggal di pengungsian selama dua pekan akibat banjir yang belum sepenuhnya surut, tanpa memiliki pendapatan sama sekali.

“Kalau untuk makanan selama di sini memang terjamin, tapi yang kami pikirkan setelah pulang nanti. Pekerjaan tidak ada, sementara kebutuhan sehari-hari harus tetap dipenuhi,” ucapnya dengan nada lirih.

Para pengungsi berharap adanya perhatian dan dukungan berkelanjutan, khususnya bantuan pemulihan ekonomi, agar mereka dapat kembali bangkit dan melanjutkan kehidupan pascabanjir.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

258 Keluarga Desa Pekauman Terima Bantuan Beras Bulog

1 September 2026 - 16:36 WIB

Staf DPRD Banjar Dipanggil Polda Kalsel, Ini Penjelasan Pimpinan Dewan

25 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Aparat Desa Keramat Bersama Relawan Bagi-Bagi Masker Asap Karhutla

25 Agustus 2026 - 19:12 WIB

3.000 Warga Ikuti Jalan Santai HUT RI & Hari Jadi Kabupaten Banjar

23 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Naupal Hebatullah Raih Medali Perak O2SN 2026 Cabang Pencak Silat

23 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Wartawan Banjar-Banjarbaru Adu Strategi Catur & Domino dalam Lomba Kemerdekaan FJB

22 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Trending di ADVERTORIAL