Ricek.ID – Pemerintah (Pemkab) Kabupaten Banjar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) gelar pelatihan peningkatan kapasitas intelijen bagi anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) tingkat kecamatan se-Kabupaten Banjar.
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Bukit Bintang Park and Resort, Kecamatan Karang Intan pada Selasa (21/7/2026) ini diikuti sekitar 110 peserta.
Pelatihan dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Banjar, Rakhmat Dhany, yang membacakan sambutan Bupati Banjar. Dalam sambutan tersebut, pemerintah daerah menegaskan pentingnya peran FKDM sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
“FKDM merupakan perpanjangan tangan pemerintah di tengah masyarakat. Bapak dan Ibu adalah mata dan telinga pemerintah, sehingga kepekaan terhadap potensi konflik serta kemampuan menyampaikan informasi secara cepat dan akurat menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.
Rakhmat Dhany menyampaikan luas wilayah Kabupaten Banjar yang mencapai lebih dari 4.600 kilometer persegi, terdiri atas 20 kecamatan, 277 desa, dan 13 kelurahan, menjadikan upaya menjaga kondusivitas daerah memerlukan sinergi dari seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, tantangan keamanan saat ini tidak hanya berupa konflik yang terjadi secara langsung, tetapi juga berkembang ke berbagai bentuk ancaman baru, seperti penyebaran paham radikal, intoleransi, hoaks, disinformasi, hingga provokasi melalui media sosial.
Pelatihan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2018 dengan fokus meningkatkan kemampuan anggota FKDM dalam menganalisis situasi, melakukan deteksi dan pencegahan dini, menyusun laporan secara tepat, serta memperkuat sinergi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Sementara itu Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Banjar, Tofik Norman Hidayat, mengatakan peserta kegiatan terdiri dari pengurus FKDM tingkat kecamatan dan pengurus FKDM tingkat kabupaten dengan jumlah sekitar 110 orang.
Untuk memperkuat kompetensi peserta, Kesbangpol menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, yakni Polres Banjar, Kejaksaan Negeri Banjar, serta Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kalimantan Selatan.
“Kami berharap melalui pelatihan ini kemampuan anggota FKDM, khususnya di tingkat kecamatan, semakin meningkat dalam mengidentifikasi, mengolah, dan menyampaikan informasi terkait potensi kerawanan yang ada di wilayah masing-masing,” katanya.
Tofik menjelaskan perhatian utama FKDM diarahkan pada potensi konflik sosial yang dapat muncul akibat perbedaan suku, agama, budaya, maupun pandangan di tengah masyarakat. Dengan adanya deteksi dini dari anggota FKDM, potensi gesekan diharapkan dapat segera diantisipasi sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
“Peran FKDM sangat penting untuk mendeteksi sejak awal setiap potensi kerawanan. Dengan begitu, berbagai persoalan dapat ditangani lebih cepat sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Banjar tetap terjaga,” pungkasnya.













