Menu ✖

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

Banjarmasin · 10 Agu 2026 19:50 WIB

Tingkatkan Kapasitas & Kompetensi Pengrajin, Dekranasda Banjarmasin Dorong Inovasi Sasirangan Pewarna Alam


 Tingkatkan Kapasitas & Kompetensi Pengrajin, Dekranasda Banjarmasin Dorong Inovasi Sasirangan Pewarna Alam Perbesar

Ricek.ID – Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Neli Listriani, buka Pelatihan Sasirangan Pewarna Alam di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik Yogyakarta pada Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengrajin Sasirangan Kota Banjarmasin.

Turut hadir Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik Yogyakarta, Zya Labiba, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, Ignasius R.P. Salan, serta Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin, Fitriah. Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama lima hari, 10 hingga 14 Agustus 2026.

Neli Listriani mengapresiasi dukungan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik Yogyakarta yang menjadi mitra dalam peningkatan kapasitas pengrajin Sasirangan. Menurutnya, pelatihan tersebut memiliki arti penting karena dilaksanakan dalam momentum Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.

“Pelaksanaan pelatihan ini bukan sekadar kegiatan peningkatan kompetensi, tetapi menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan lima abad Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Neli menilai penggunaan pewarna alam menjadi salah satu inovasi penting dalam pengembangan Sasirangan karena menawarkan karakter warna yang unik sekaligus mendukung aspek lingkungan, kesehatan perajin, dan keberlanjutan industri kreatif.

“Sasirangan adalah identitas, kebanggaan, sekaligus warisan budaya masyarakat Banjar yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan ekonomi yang sangat tinggi. Sebagai warisan budaya, Sasirangan harus terus bertransformasi melalui inovasi tanpa kehilangan jati dirinya,” katanya.

Sumber : Prokom Banjarmasin

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

PLN dan LPKSM Borneo Kalimantan Perkuat Edukasi Digital bagi Pelaku UMKM

25 September 2026 - 19:29 WIB

Bea Cukai Kotabaru Musnahkan 612 Ribu Batang Rokok Ilegal dan 154 Liter MMEA

24 September 2026 - 19:15 WIB

Ikut Padamkan Titik Api, Gubernur Kalsel Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Ancaman Karhutla

22 September 2026 - 21:59 WIB

Gubernur Kalsel Dorong Pengelolaan Geopark Meratus Berorentasi Pengembangan Pariwasata, Budaya & Penguatan Ekonomi

22 September 2026 - 21:56 WIB

Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman, Pemprov Kalsel Tekankan Implementasi Strategi SSK

22 September 2026 - 21:53 WIB

Jaga Kestabilan Harga, Pemprov Kalsel Pantau Distrubusi Pangan di Daerah

22 September 2026 - 21:49 WIB

Trending di ADVERTORIAL