Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

Banjarmasin · 10 Agu 2026 19:50 WIB

Tingkatkan Kapasitas & Kompetensi Pengrajin, Dekranasda Banjarmasin Dorong Inovasi Sasirangan Pewarna Alam


 Tingkatkan Kapasitas & Kompetensi Pengrajin, Dekranasda Banjarmasin Dorong Inovasi Sasirangan Pewarna Alam Perbesar

Ricek.ID – Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Neli Listriani, buka Pelatihan Sasirangan Pewarna Alam di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik Yogyakarta pada Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengrajin Sasirangan Kota Banjarmasin.

Turut hadir Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik Yogyakarta, Zya Labiba, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, Ignasius R.P. Salan, serta Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin, Fitriah. Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama lima hari, 10 hingga 14 Agustus 2026.

Neli Listriani mengapresiasi dukungan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik Yogyakarta yang menjadi mitra dalam peningkatan kapasitas pengrajin Sasirangan. Menurutnya, pelatihan tersebut memiliki arti penting karena dilaksanakan dalam momentum Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.

“Pelaksanaan pelatihan ini bukan sekadar kegiatan peningkatan kompetensi, tetapi menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan lima abad Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Neli menilai penggunaan pewarna alam menjadi salah satu inovasi penting dalam pengembangan Sasirangan karena menawarkan karakter warna yang unik sekaligus mendukung aspek lingkungan, kesehatan perajin, dan keberlanjutan industri kreatif.

“Sasirangan adalah identitas, kebanggaan, sekaligus warisan budaya masyarakat Banjar yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan ekonomi yang sangat tinggi. Sebagai warisan budaya, Sasirangan harus terus bertransformasi melalui inovasi tanpa kehilangan jati dirinya,” katanya.

Sumber : Prokom Banjarmasin

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Torehkan Prestasi di Kejurda Panahan Pelajar 2026, Nadhifa Tiandra Wahyudi Raih Dua Medali

10 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Perkuat Langkah Pengendalian Inflasi, Pemprov Kalsel Akan Perluas Operasi Pasar

10 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Sekda Banjarmasin Buka FGD Strategi Pengembangan Seni Budaya Islam

10 Agustus 2026 - 19:22 WIB

DKUMPP Banjar Laksanakan Pembinaan & Pendampingan UMKM Inklusif Pengaron

10 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Wagub Kalsel Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dalam Tabligh Akbar di Sabilal Muhtadin

10 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Green Action 2026, BPC & DLH Kalsel Tanam 600 Pohon serta Kumpulkan 2 Ton Sampah di Kabupaten Banjar

10 Agustus 2026 - 19:13 WIB

Trending di ADVERTORIAL