Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

HEADLINE · 1 Jul 2024 17:51 WIB

Petani di Martapura Timur Sering Gagal Panen Akibat Terendam Banjir


 Salah satu lahan sawah di Desa Mekar, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar. foto-haris/ricek Perbesar

Salah satu lahan sawah di Desa Mekar, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar. foto-haris/ricek

Sudah delapan tahun mayoritas petani di Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, gagal panen akibat terendam banjir. Penyebabnya, sistem pengairan sawah tidak optimal hingga air meluap saat musim hujan.

Pantauan media ini, Senin (1/7/2024), hanya dengan satu kali guyuran hujan, luapan air langsung merembes ke lahan pertanian di Desa Mekar. Dampaknya, air di lahan tidak terkendali dan mengendap.

Kepala Desa Mekar, Kastalani mengatakan bahwa di desanya merupakan gerbang untuk pengairan sawah untuk beberapa desa di Martapura Timur. Sehingga, yang terdampak, tidak hanya petani di Desa Mekar saja.

“Ada sepuluh desa yang terdampak akibat sistem pengairan sawah yang tidak optimal ini,” ujar Pambakal Ikas, sapaan akrabnya.

Menurutnya, jika dulu air dapat diatur, kini sebaliknya. Tiap musim tanam di desa ini, kata Ikas, mengalami luapan air.

“Tiap tahun, musim tanam di Desa Mekar mengalami pasang air hingga mencapai atas jalan, membuat lahan pertanian di sini sering gagal,” ucap kades dua periode ini.

Hal senada juga disampaikan Ketua Kelompok Tani (Poktan) Mekar, Gusti Suriyani. Ia mengatakan, hingga kini luas pertanian yang masih bertahan hanya seperempat dari total luas lahan.

“Sistem pengairan kurang efektif, sering terendam banjir, dan sering gagal panen. Hanya 25 persen saja yang masih bertahan, yaitu di tebing lahan. Dulu lahan sawah di sini sekitar 200 hektare,” ungkapnya.

Soal permasalahan yang dihadapi para petani di Martapura Timur ini, Kepala Dinas Pertanian Banjar, Warsita, mengarahkan media ini untuk mengonfirmasi kepada Kepala Bidang Pertanian dan Perkebunan. Sayangnya, sudah satu bulan ini masih sulit ditemui. (hrs/hen)

Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Kabupaten Banjar Siapkan Langkah Cepat Antisipasi Karhutla Saat Kemarau Ekstrem

25 Juni 2026 - 17:46 WIB

Tembus 411,4 Miliar, Pemkab Banjar Beberkan Faktor Pendorong Peningkatan PAD

25 Juni 2026 - 17:43 WIB

Perkuat Mitigasi Bencana Inklusif bagi Penyandang Disabilitas, BPBD Banjar Gulirkan Program SEPIDARMAN

25 Juni 2026 - 17:24 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Banjar, Tim Pengadaan Tanah Lakukan Pendataan Awal Lokasi

24 Juni 2026 - 17:32 WIB

HUT ke-38 PTAM Intan Banjar, Perkuat Komitmen Tingkatkan Pelayanan kepada Pelanggan

23 Juni 2026 - 21:05 WIB

Siswi MA Hidayatullah Martapura Lolos Seleksi Paskibraka Nasional 2026 Wakili Provinsi Kalsel

23 Juni 2026 - 18:07 WIB

Trending di ADVERTORIAL