Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

HEADLINE · 1 Jul 2024 17:51 WIB

Petani di Martapura Timur Sering Gagal Panen Akibat Terendam Banjir


 Salah satu lahan sawah di Desa Mekar, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar. foto-haris/ricek Perbesar

Salah satu lahan sawah di Desa Mekar, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar. foto-haris/ricek

Sudah delapan tahun mayoritas petani di Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, gagal panen akibat terendam banjir. Penyebabnya, sistem pengairan sawah tidak optimal hingga air meluap saat musim hujan.

Pantauan media ini, Senin (1/7/2024), hanya dengan satu kali guyuran hujan, luapan air langsung merembes ke lahan pertanian di Desa Mekar. Dampaknya, air di lahan tidak terkendali dan mengendap.

Kepala Desa Mekar, Kastalani mengatakan bahwa di desanya merupakan gerbang untuk pengairan sawah untuk beberapa desa di Martapura Timur. Sehingga, yang terdampak, tidak hanya petani di Desa Mekar saja.

“Ada sepuluh desa yang terdampak akibat sistem pengairan sawah yang tidak optimal ini,” ujar Pambakal Ikas, sapaan akrabnya.

Menurutnya, jika dulu air dapat diatur, kini sebaliknya. Tiap musim tanam di desa ini, kata Ikas, mengalami luapan air.

“Tiap tahun, musim tanam di Desa Mekar mengalami pasang air hingga mencapai atas jalan, membuat lahan pertanian di sini sering gagal,” ucap kades dua periode ini.

Hal senada juga disampaikan Ketua Kelompok Tani (Poktan) Mekar, Gusti Suriyani. Ia mengatakan, hingga kini luas pertanian yang masih bertahan hanya seperempat dari total luas lahan.

“Sistem pengairan kurang efektif, sering terendam banjir, dan sering gagal panen. Hanya 25 persen saja yang masih bertahan, yaitu di tebing lahan. Dulu lahan sawah di sini sekitar 200 hektare,” ungkapnya.

Soal permasalahan yang dihadapi para petani di Martapura Timur ini, Kepala Dinas Pertanian Banjar, Warsita, mengarahkan media ini untuk mengonfirmasi kepada Kepala Bidang Pertanian dan Perkebunan. Sayangnya, sudah satu bulan ini masih sulit ditemui. (hrs/hen)

Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Salurkan 10.000 Liter Air Bersih di 16 Lokasi Terdampak Kekeringan, Polres Banjar Siapkan Bantuan Bergilir

9 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Jukung Diduga Tenggelam, Warga Ditemukan Meninggal di Waduk Riam Kanan

9 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Optimalkan PAD, TP2DD Banjar Dorong Perluasan Transaksi Digital

9 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Gelar Bimtek Olahan Waluh di Sungai Batang, DKPP Banjar Tingkatkan Nilai Jual Pangan Lokal

8 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Bakesbangpol Kabupaten Banjar Fasilitasi Peran Masyarakat Tangkal Radikalisme & Berita Hoaks

8 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Sosialisasi Penggunaan Pestisida Aman, Distan Banjar Jaga Kesehatan Petani & Lingkungan

8 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Trending di ADVERTORIAL