Menu ✖

Mode Gelap
Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR

ADVERTORIAL · 2 Jul 2026 06:32 WIB

Peternak Kalsel Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret Hadapi Penurunan Harga Telur Ayam Ras


 Peternak Kalsel Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret Hadapi Penurunan Harga Telur Ayam Ras Perbesar

Ricek.ID – Dalam beberapa bulan terakhir, harga telur ayam ras di Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mengalami penurunan dan mulai menekan kondisi ekonomi peternak. Situasi ini menjadi perhatian serius karena harga jual dinilai sudah berada di bawah biaya produksi, sehingga mengancam keberlangsungan usaha peternakan rakyat.

Permasalahan ini dibahas dalam audiensi antara Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalsel bersama Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kalsel di Banjarbaru pada Rabu (1/7/2026).

Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, menjelaskan pertemuan tersebut bertujuan menyamakan data produksi, distribusi, serta memetakan penyebab terus melemahnya harga telur ayam ras di tingkat peternak.

“Kami bersama Pinsar melakukan sinkronisasi data terkait produksi dan distribusi telur ayam ras di Kalimantan Selatan. Harapannya, dengan data yang akurat kita bisa mencari solusi agar distribusi lebih optimal dan harga kembali membaik,” ujarnya.

Menurut Suparmi, produksi telur ayam ras di Kalsel saat ini masih surplus. Selain mampu memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, hasil produksi juga dipasok ke sejumlah provinsi tetangga, seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Pemerintah daerah berharap distribusi ke berbagai wilayah di Kalimantan dapat ditingkatkan agar kelebihan pasokan terserap pasar sehingga harga di tingkat peternak kembali stabil.

Sementara itu perwakilan Pinsar Kalsel, Sugem, menyebut penurunan harga telah berlangsung sejak usai Idulfitri dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

“Harga telur sekarang sudah di luar batas kewajaran. Peternak, terutama skala kecil, menjadi pihak yang paling terdampak karena mereka menjual telur di bawah harga pokok produksi. Artinya setiap hari mereka mengalami kerugian,” ungkapnya.

Sugen mengingatkan apabila kondisi tersebut terus berlanjut, banyak peternak berpotensi tidak mampu menutup biaya operasional dan akhirnya menghentikan usaha mereka.

“Kalau terus nombok, lama-lama peternak tidak sanggup lagi bertahan. Kami khawatir ini berdampak terhadap keberlangsungan usaha peternakan rakyat dan pasokan telur di Kalimantan Selatan ke depan,” tambahnya.

Melalui audiensi tersebut, Pinsar Kalsel berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga telur ayam ras, baik melalui penguatan distribusi maupun kebijakan lain yang dapat melindungi peternak rakyat.

Dengan harga yang kembali berada pada tingkat yang wajar, para peternak diharapkan dapat terus menjalankan usahanya secara berkelanjutan sekaligus menjaga ketersediaan pasokan telur bagi masyarakat di Kalsel dan wilayah sekitarnya.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

K-Gibran Kalsel Konsolidasi, Siapkan Struktur 13 DPD

4 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Naikkan TPP ASN Pemprov Kalsel hingga 98 Persen, Gubernur Dorong Peningkatan Kinerja

3 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Hadapi Karhutla, Satpol PP & Damkar Kalsel Perkuat Patroli & Pengamanan Ring 1 Bandara

3 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan & Jejak Budaya Banjar, Benih Siam Madu Murakata Kalsel Dibawa ke Papua

3 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Kecamatan O’o’u Kabupaten Nias Selatan Dilanda Banjir, Puluhan Rumah Penduduk Terendam

3 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Padamkan Titik Api Karhutla, Gubernur Kalsel Kerahkan Ekskavator & Pembasahan Lahan di Kawasan Sambang Lihum

2 Oktober 2026 - 22:05 WIB

Trending di ADVERTORIAL