Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

ADVERTORIAL · 2 Jul 2026 06:32 WIB

Peternak Kalsel Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret Hadapi Penurunan Harga Telur Ayam Ras


 Peternak Kalsel Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret Hadapi Penurunan Harga Telur Ayam Ras Perbesar

Ricek.ID – Dalam beberapa bulan terakhir, harga telur ayam ras di Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mengalami penurunan dan mulai menekan kondisi ekonomi peternak. Situasi ini menjadi perhatian serius karena harga jual dinilai sudah berada di bawah biaya produksi, sehingga mengancam keberlangsungan usaha peternakan rakyat.

Permasalahan ini dibahas dalam audiensi antara Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalsel bersama Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kalsel di Banjarbaru pada Rabu (1/7/2026).

Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, menjelaskan pertemuan tersebut bertujuan menyamakan data produksi, distribusi, serta memetakan penyebab terus melemahnya harga telur ayam ras di tingkat peternak.

“Kami bersama Pinsar melakukan sinkronisasi data terkait produksi dan distribusi telur ayam ras di Kalimantan Selatan. Harapannya, dengan data yang akurat kita bisa mencari solusi agar distribusi lebih optimal dan harga kembali membaik,” ujarnya.

Menurut Suparmi, produksi telur ayam ras di Kalsel saat ini masih surplus. Selain mampu memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, hasil produksi juga dipasok ke sejumlah provinsi tetangga, seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Pemerintah daerah berharap distribusi ke berbagai wilayah di Kalimantan dapat ditingkatkan agar kelebihan pasokan terserap pasar sehingga harga di tingkat peternak kembali stabil.

Sementara itu perwakilan Pinsar Kalsel, Sugem, menyebut penurunan harga telah berlangsung sejak usai Idulfitri dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

“Harga telur sekarang sudah di luar batas kewajaran. Peternak, terutama skala kecil, menjadi pihak yang paling terdampak karena mereka menjual telur di bawah harga pokok produksi. Artinya setiap hari mereka mengalami kerugian,” ungkapnya.

Sugen mengingatkan apabila kondisi tersebut terus berlanjut, banyak peternak berpotensi tidak mampu menutup biaya operasional dan akhirnya menghentikan usaha mereka.

“Kalau terus nombok, lama-lama peternak tidak sanggup lagi bertahan. Kami khawatir ini berdampak terhadap keberlangsungan usaha peternakan rakyat dan pasokan telur di Kalimantan Selatan ke depan,” tambahnya.

Melalui audiensi tersebut, Pinsar Kalsel berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga telur ayam ras, baik melalui penguatan distribusi maupun kebijakan lain yang dapat melindungi peternak rakyat.

Dengan harga yang kembali berada pada tingkat yang wajar, para peternak diharapkan dapat terus menjalankan usahanya secara berkelanjutan sekaligus menjaga ketersediaan pasokan telur bagi masyarakat di Kalsel dan wilayah sekitarnya.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Kajian Observasi Varietas Padi & Cabai Rawit Distan Banjar Amankan Hak Paten Kekayaan Hayati Lokal

2 Juli 2026 - 06:45 WIB

Gubernur Kalsel Ajak Masyarakat Berikan Data Akurat dalam Sensus Ekonomi 2026

2 Juli 2026 - 06:41 WIB

Khawatir Peternak Rakyat Gulung Tikar, Pinsar Kalsel Desak Pemerintah Stabilkan Harga

2 Juli 2026 - 06:38 WIB

Kalsel Pasok Kebutuhan Kalteng dan Kaltim Usai Surplus Telur & Daging Ayam

2 Juli 2026 - 06:35 WIB

Jaga Keamanan & Stabilitas Daerah, Gubernur Kalsel Tegaskan Sinergi dengan Polri di Hari Bhayangkara ke-80

1 Juli 2026 - 18:07 WIB

Wabup Banjar Pimpin Peninjauan Progres Peningkatan Jalan Sekumpul & Drainase Gang Taufik

1 Juli 2026 - 18:04 WIB

Trending di ADVERTORIAL