Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

DAERAH · 31 Agu 2025 21:44 WIB

Polda Kalsel Imbau Jaga Kedamaian, Waspadai Penyusup Saat Demo


 Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi. Foto: istimewa Perbesar

Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi. Foto: istimewa

Riceknews.id – Menjelang aksi demo di Banjarmasin pada Senin 1 September besok, Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) mengimbau masyarakat agar menyampaikan aspirasi dengan damai dan tidak gampang terprovokasi.

“Menyampaikan pendapat di muka umum boleh namun sesuai Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998, dengan tidak melakukan perbuatan anarkis, tidak merusak bangunan, dan tidak terprovokasi,” ujar Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi, dikutip dari rilis resmi.

Kombes Adam menegaskan, masyarakat tidak dilarang menyampaikan pendapat di muka umum asal tidak anarkis. Ia juga meminta massa agar berhato-hati terhadap potensi adanya penyusup yang memprovokasi peserta aksi unjuk rasa.

“Hal ini sudah diketahui oleh jajaran Polda Kalsel,” kata Kombes Adam.

Aksi Demo di Depan Gedung DPRD Kalsel

Sekadar diketahui, aksi demo dilakukan Aliansi Masyarakat Kalsel Melawan yang terdiri dari ribuan mahasiswa, buruh, pengemudi ojek online (ojol), dan masyarakat umum.

Massa dijadwalkan berkumpul terlebih dahulu di Taman Kamboja, Banjarmasin, sebelum bergerak bersama menuju kantor DPRD di Jalan Lambung Mangkurat yang menjadi titik utama aksi.

Koordinator Wilayah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel, Rizki, menyatakan bahwa aksi ini membawa sejumlah tuntutan krusial, baik di tingkat nasional maupun lokal.

Mereka meminta Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, agar menghadapi massa dan mendengarkan aspirasi mereka.

Kami juga menolak segala bentuk negosiasi yang tidak dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kalsel, Supian HK,” tegas Rizki usai konsolidasi di Banua Anyar, Jumat (29/8/2025) malam.

Rencananya, ada lima tuntutan utama yang disampaikan dalam aksi:

  1. Reformasi DPR: efisiensi gaji dan tunjangan DPR disesuaikan dengan kondisi fiskal negara serta transparansi penggunaan dana. Menuntut kehadiran Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK, tanpa perwakilan.
  2. Reformasi Polri: revisi UU Polri, hentikan tindakan represif aparat, dan menuntut Kapolri mundur bila tak berkomitmen.
  3. Usut tuntas dan tuntut pertanggungjawaban atas kasus meninggalnya Affan Kurniawan.
  4. Tolak penetapan Taman Nasional Meratus, monopoli batu bara, dan selesaikan konflik agraria sawit yang merugikan masyarakat Kalsel.
  5. Segera sahkan RUU Perampasan Aset dan RUU Perlindungan Masyarakat Adat.

Pewarta: Haris Pranata

Editor: Hendra Lianor

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Tinjau Lahan Kahutla, Wagub Kalsel Turun Langsung Lakukan Pemadaman

12 September 2026 - 14:48 WIB

Sejumlah Pejabat Polres Tanah Laut Berganti, Kapolres Tekankan Loyalitas dan Soliditas

12 September 2026 - 13:32 WIB

Peserta SESPIMTI Polri Gali Penanganan Karhutla di Tanah Laut

12 September 2026 - 11:58 WIB

Wapres Minta Kepala Daerah Aktif Turun ke Lapangan Tangani Karhutla

11 September 2026 - 04:40 WIB

Wapres RI Tekankan Perlindungan Anak dari Dampak Asap Karhutla

11 September 2026 - 04:38 WIB

Wapres Gibran Minta Maksimalkan Modifikasi Cuaca Karhutla di Kalimantan

11 September 2026 - 04:36 WIB

Trending di ADVERTORIAL