Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

HEADLINE · 23 Des 2025 10:01 WIB

Pusaran Angin Porak Poranda Belasan Rumah Warga


 Salah Satu Rumah Warga Desa Melayu yang terdampak pusaran angin, Selasa (23/12/2025). Foto: Ricek.ID Ofal Perbesar

Salah Satu Rumah Warga Desa Melayu yang terdampak pusaran angin, Selasa (23/12/2025). Foto: Ricek.ID Ofal

Ricek.IDMartapura–  Fenomena angin kencang disertai pusaran menerjang kawasan Desa Melayu, Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar, Selasa (23/12/2025)pagi.

Peristiwa yang terjadi saat warga baru selesai melaksanakan salat Subuh tersebut mengakibatkan sejumlah rumah mengalami kerusakan cukup serius.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 05.30 WITA dan terjadi secara mendadak. Meski hanya berlangsung singkat, terpaan angin yang kuat menyebabkan atap rumah beterbangan dan beberapa bangunan tidak lagi utuh.

Salah satu warga terdampak, Yusran, mengatakan pusaran angin datang tanpa tanda-tanda dan langsung menyapu permukiman.

“Tidak sampai satu menit kejadiannya. Angin berputar sangat cepat, lalu menghantam rumah-rumah, setelah itu langsung berhenti,” ungkapnya.

Saat kejadian, Yusran bersama seluruh anggota keluarganya berada di dalam rumah. Ia bersyukur tidak ada anggota keluarga yang mengalami cedera serius.

“Semua ada di rumah, anak dan cucu juga. Alhamdulillah tidak ada yang luka berat, kami langsung memastikan satu sama lain aman,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua RT 06 Desa Melayu, Saibur Rahman, menyampaikan bahwa hasil pendataan awal mencatat sebanyak 13 rumah terdampak bencana tersebut.

Dari jumlah itu, delapan rumah mengalami kerusakan berat, sedangkan lima lainnya rusak sekitar 70%.

“Delapan rumah kondisinya cukup parah. Lima rumah masih bisa ditempati sementara, tapi kerusakan atapnya cukup besar,” jelas Saibur.

Ia menambahkan bahwa laporan kerusakan telah disampaikan melalui sistem pelaporan kebencanaan agar segera mendapat penanganan dari instansi terkait.

Selain kerusakan bangunan, terdapat seorang warga yang mengalami luka dampak peristiwa tersebut.

“Luka ringan saja, terkena serpihan kaca. Tapi sudah ditangani,” katanya.

Hingga kini, belum ada warga yang memilih mengungsi. Sebagian besar masih bertahan di rumah masing-masing dengan melakukan perbaikan darurat agar terhindar dari hujan.

“Warga masih bertahan. Penanganan sementara dilakukan seadanya agar rumah tetap bisa ditempati,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

BMKG Pastikan Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Terlihat dari Indonesia

11 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Gegerkan Warga Sekumpul, Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah Kontrakan

5 Agustus 2026 - 06:21 WIB

Polda Kalsel Musnahkan 172,4 Kg Sabu Senilai Rp311 Miliar Jaringan Freddy Pratama

4 Agustus 2026 - 20:07 WIB

KM Mutiara Sentosa II Terbakar, Kemenhub Gerak Cepat Evakuasi Penumpang

3 Agustus 2026 - 07:50 WIB

Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia

2 Agustus 2026 - 19:15 WIB

Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura

2 Agustus 2026 - 15:40 WIB

Trending di Banjarmasin