Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

DAERAH · 9 Jun 2026 12:42 WIB

Putus Mata Rantai Kemiskinan, Pemprov Kalsel Dukung Penuh Program Sekolah Rakyat


 Putus Mata Rantai Kemiskinan, Pemprov Kalsel Dukung Penuh Program Sekolah Rakyat Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) nyatakan dukungan penuh terhadap Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan memutus rantai kemiskinan.

Hal oni ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Perkembangan Pelaksanaan Program Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 se-Kalimantan Selatan yang di inisiasi Pemprov Kalsel yang berkolaborasi dengan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, di Banjarbaru pada Senin (8/6/2026) mengatakan program tersebut memiliki dampak besar bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin ekstrem yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2.

“Program Sekolah Rakyat ini sangat berdampak bagi masyarakat. Harapannya, anak-anak usia sekolah yang berasal dari keluarga pada desil 1 dan desil 2 dapat memperoleh kesempatan pendidikan yang layak sehingga memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya,” katanya.

Menurut Tantri, pelaksanaan program sejauh ini berjalan sesuai rencana dan mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Namun demikian, proses verifikasi dan validasi data calon peserta didik masih menjadi tahapan penting yang harus dilakukan secara cermat bersama pemerintah kabupaten/kota melalui Dinas Sosial.

Ia turut mengapresiasi kerja keras seluruh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kalsel yang telah melakukan penjangkauan langsung ke masyarakat. Dari hasil penjangkauan tersebut ditemukan sejumlah keluarga miskin yang belum tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Kami menemukan masih ada masyarakat yang sebenarnya masuk kategori miskin namun belum terdata. Karena itu, akan dilakukan rekrutmen dan pendataan baru agar anak-anak yang benar-benar berhak dapat menjadi penerima manfaat Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Tantri menegaskan Sekolah Rakyat harus tepat sasaran dan diperuntukkan bagi anak-anak yang memang membutuhkan. Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu cara paling efektif untuk keluar dari kemiskinan.

“Anak-anak yang masuk Sekolah Rakyat adalah mereka yang berhak. Cara paling tepat untuk keluar dari kemiskinan adalah melalui pendidikan. Dengan pendidikan yang baik, mereka memiliki peluang lebih besar mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” tambahnya.

Terkait pembangunan Sekolah Rakyat di daerah, Tantri menjelaskan seluruh kabupaten dan kota di Kalsel telah mengajukan usulan pembangunan. Namun, pada tahap awal baru tiga lokasi yang akan dibangun, sementara daerah lainnya akan dilaksanakan secara bertahap hingga tahun 2029.

Ia mengungkapkan masih terdapat sejumlah kendala di beberapa daerah, seperti lahan yang berada di kawasan rawan banjir, proses pembebasan lahan yang belum selesai, hingga keterbatasan luas lahan yang belum memenuhi syarat minimal lima hektare.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemprov Kalsel telah menyampaikan masukan kepada Kementerian Sosial agar mempertimbangkan relaksasi regulasi terkait persyaratan luasan lahan, sehingga pembangunan tetap dapat dilakukan dengan konsep bangunan bertingkat.

“Kami berharap seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan dapat mendukung program ini dan nantinya setiap daerah memiliki satu Sekolah Rakyat. Dukungan dari pemerintah pusat dan Kementerian Sosial sangat diperlukan agar target tersebut dapat terwujud,” pungkasnya.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Borong 10 Penghargaan ISRA 2026

8 Agustus 2026 - 22:03 WIB

Pemkab Kotabaru Gelar HAN 2026, Dorong Partisipasi & Kreativitas Anak

8 Agustus 2026 - 15:00 WIB

SBK Sasirangan Menjadi Merek Sasirangan Pertama dengan Sertifikat Halal

7 Agustus 2026 - 15:30 WIB

SBK Sasirangan Juarai Kompetisi Inovasi Ramah Lingkungan

7 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Trase Lingkar Selatan Banjarbaru Siap Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

7 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Siapkan Layanan Uji KIR Kendaraan Listrik, Dishub Banjar Usulkan Pengadaan Alat Khusus Tahun Depan

7 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Trending di ADVERTORIAL