Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

HEADLINE · 29 Mei 2024 15:26 WIB

RDP Bahas Stunting, Kadinsos P3AP2KB Banjar Walk Out, Dewan Geram


 RDP Bahas Stunting, Kadinsos P3AP2KB Banjar Walk Out, Dewan Geram Perbesar

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar, Dian Marliana, meninggalkan rapat yang sedang berlangsung (walk out) menyulut emosi anggota DPRD Banjar.

Itu terjadi dalam rapat dengar pendapat (RDP) gabungan Komisi II dan IV DPRD Banjar bersama Dinsos P3AP2KB Banjar membahas evaluasi kegiatan penanganan dan anggaran stunting 2023 – 2024, Rabu (29/5/2024).

Mulanya, Dian Marliana memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait kegiatan penanganan dan penggunaan anggaran stunting 2023 – 2024 sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) dari pemerintah pusat.

Setelah itu, ia dicecar pertanyaan dari anggota dewan, entah merasa dipojokkan, lantas Dian Marliana langsung keluar dari ruangan rapat.

DI luar ruang rapat, Dian Marliana enggan berkomentar saat ditanya wartawan. Ia memilih langsung pulang.

Merespons sikap Kadinsos P3AP2KB itu, Ketua Komisi II DPRD Banjar Irwan Bora geram.

“Kalau tidak bisa bekerja kami menyarankan agar Dian Marliana mengundurkan diri sebagai Kepala Dinas jika tidak sanggup menjadi abdi negara,” ucap Irwan Bora.

Ia menjelaskan, RDP ini bertujuan agar adanya keterbukaan terkait penggunaan anggaran, khususnya dalam penanganan stunting.

Irwan Bora bilang, berdasarkan pemberitaan media kasus stunting di Kabupaten Banjar meningkat 3,7 persen dari tahun 2023. Padahal di 2023 anggaran stunting di atas 80 miliar. Kemudian di 2024 ini lebih 100 miliar.

“Setelah kita memberikan beberapa pertanyaan kepada Kepala Dinsos P3AP2KB yang juga sebagai Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), dia tidak terima. Tapi, fakta di lapangan tidak sesuai dengan apa yang mereka jelaskan,” ujar Irwan Bora, Ketua Komisi II DPRD Banjar.

“Atas sikapnya tersebut (walk out) jelas kami sebagai wakil rakyat merasa tersinggung karena rapat masih belum selesai, ini suatu pelecehan,” sambungnya lagi.

Irwan Bora juga memastikan akan segera melaporkan permasalahan tersebut ke Pimpinan DPRD Banjar dan Bupati Banjar, serta mengajak 45 anggota dewan agar menggunakan hak politisnya.

Akhirnya, RDP ditutup meski belum selesai lantaran suasana sudah tidak kondusif. (hen)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Tembus 3,08 Persen, Inflasi Tahunan Mei 2026 Didominasi Kenaikan Harga Pangan

2 Juni 2026 - 19:52 WIB

Jadi Korban Begal Payudara, Santriwati di Martapura Alami Trauma Berat

2 Juni 2026 - 17:00 WIB

Prabowo Tegaskan Pancasila Pedoman Membangun Bangsa, Tak Hanya Sekadar Slogan

1 Juni 2026 - 20:26 WIB

Terjadi Pembubaran Ibadah di Bantul, Menag: “Tak Boleh Terulang Lagi”

31 Mei 2026 - 18:49 WIB

Ungkap Penyalahgunaan BBM Subsidi, BPH Migas Minta Masyarakat Tak Takut Melapor

31 Mei 2026 - 18:37 WIB

Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan

31 Mei 2026 - 16:06 WIB

Trending di HEADLINE