Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

Pemprov Kalsel · 6 Jan 2026 21:22 WIB

Respons Rencana Kunjungan Presiden dan Wapres, Gubernur Kalsel Paparkan Kondisi Banjir dan Sekolah Rakyat


 Respons Rencana Kunjungan Presiden dan Wapres, Gubernur Kalsel Paparkan Kondisi Banjir dan Sekolah Rakyat Perbesar

Ricek.ID, Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, merespons wacana kunjungan kerja Presiden dan Wakil Presiden RI ke Kalimantan Selatan. Dua agenda utama yang menjadi perhatian dalam rencana kunjungan tersebut adalah peninjauan pascabanjir di Kabupaten Balangan dan program Sekolah Rakyat.

Terkait banjir di Balangan, H. Muhidin membenarkan bahwa debit air sempat meninggi hingga mencapai atap rumah, memaksa warga menyelamatkan diri ke bagian atas bangunan. Namun, ia memastikan kondisi tersebut hanya bersifat sementara dan kini telah surut total.

“Dampak banjir hanya menimbulkan kerusakan ringan. Dalam kurun waktu tiga hingga lima jam, air sudah surut dan kondisi kembali normal. Jalan-jalan yang terendam juga sudah dapat dilalui,” ujar H. Muhidin di Banjarbaru, Selasa (6/1/2026).

Gubernur menambahkan, mengingat kondisi lapangan yang sudah kondusif, penanganan dampak banjir saat ini cukup dilakukan oleh pemerintah daerah setempat. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan kesiapannya untuk mengambil peran langsung jika diperlukan tindak lanjut yang lebih besar.

Selain isu banjir, H. Muhidin juga menyoroti agenda peninjauan Sekolah Rakyat jika kunjungan Presiden terealisasi pada tanggal 12 Januari mendatang.

Ia menyebut fasilitas Sekolah Rakyat di Kalsel sudah sangat memadai, mencakup laboratorium komputer, asrama, jaminan konsumsi, hingga pendidikan keagamaan.

“Sekolah ini ditujukan khusus bagi anak putus sekolah dari keluarga tidak mampu melalui seleksi ketat di setiap kabupaten/kota. Jika orang tuanya mampu, tentu tidak masuk kriteria,” tegasnya.

Hingga saat ini, Gubernur menegaskan jadwal kunjungan Presiden masih bersifat tentatif. Pihaknya masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak Istana mengingat padatnya agenda kepresidenan. “Kita menunggu kepastian. Kalau jadi, tentu kita siap menyambut,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Gubernur Kalsel Kunjungi RSUD Ansari Saleh, Tinjau Rencana Pembangunan Gedung Kedokteran Nuklir & Pusat Layanan Jantung Terpadu

26 Juni 2026 - 19:49 WIB

Dispora & FORSGI Kalsel Dorong Pembinaan Atlet melalui Festival Sepak Bola Usia Dini U-10 & U-12

26 Juni 2026 - 19:40 WIB

Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII Gorontalo 2026, Kalsel Raih Sejumlah Prestasi Membanggakan

26 Juni 2026 - 18:19 WIB

Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru Gelar Open House, Kenalkan Program Ini bagi Masyarakat Umum

26 Juni 2026 - 18:02 WIB

Kemenko Polkam RI Sebut Sekolah Rakyat Efektif Memutus Mata Rantai Kemiskinan

26 Juni 2026 - 17:59 WIB

Diskominfo Kalsel Siap Dukung Lion Air Publikasikan Pembukaan Rute Internasional Banjarmasin–Kuala Lumpur

25 Juni 2026 - 21:58 WIB

Trending di ADVERTORIAL