Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

Kab. Banjar · 19 Apr 2025 10:40 WIB

Ribuan Jemaah Hadiri Puncak Haul ke-87 Syekh Kasyful Anwar di Martapura


 Ribuan Jemaah Hadiri Puncak Haul ke-87 Syekh Kasyful Anwar di Martapura Perbesar

Riceknews.Id – Puncak pelaksanaan haul ke-87 ulama besar Syekh Muhammad Kasyful Anwar (Datu Kasyful) digelar di Musala Raudhatul Anwar, Desa Kampung Melayu Ilir, Kecamatan Martapura Timur, pada Jumat (18/4/2025) malam.

Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati area Kubah Datuk Kasyful, musala, dan sekitarnya. Tampak hadir Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman, Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi, sejumlah alim ulama, habaib, guru-guru Pondok Pesantren Darussalam, serta tokoh masyarakat.

Kegiatan haul dimulai setelah salat isya berjemaah, dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin, Maulid Habsyi, zikir, tahlil, serta doa yang dipimpin oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Martapura, KH Hasanuddin bin KH Badruddin.

Dalam tausiahnya, KH Ahmad Rifani Abdul Qadir mengisahkan secara ringkas riwayat hidup (manakib) Datuk Kasyful. Syekh Muhammad Kasyful Anwar dikenal sebagai ulama besar dan salah satu pendiri Pondok Pesantren Darussalam Martapura. Ayahnya, KH Ismail, juga seorang ulama dan merupakan guru pertama beliau sebelum menuntut ilmu di Mekah selama 25 tahun.

“Di Mekah, almarhum berguru langsung kepada ulama besar penulis kitab Hasyiah I’anah Al Thalibin, Sayid Bakri Syatha, dan sejumlah ulama besar lainnya. Sekembalinya dari Mekah, almarhum menjadi salah satu pendiri pesantren tertua di Kalimantan, yakni Pondok Pesantren Darussalam, dan menjabat sebagai pimpinan periode ketiga selama 18 tahun (1922-1940). Di bawah kepemimpinannya, terjadi perubahan fundamental seperti sistem pendidikan formal yang sebelumnya berupa halaqah tradisional,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Guru Rifani menjelaskan bahwa Datuk Kasyful adalah seorang mujaddid (pembaharu) dan juga merupakan salah satu pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).

“Berkat keikhlasan almarhum, Pondok Pesantren Darussalam kini menjadi besar dan melahirkan banyak ulama besar seperti KH Syarwani Abdan, KH Anang Sya’rani Arief, KH Abdul Qadir Hasan, dan KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani. Tidak salah jika Martapura dijuluki Kota Serambi Mekah, karena banyak menghasilkan ulama besar layaknya Mekah, Madinah, dan Hadramaut,” tutupnya.

Datuk Kasyful Anwar wafat pada malam Senin, 18 Syawal 1359 Hijriah, bertepatan dengan 18 September 1940, pada usia 50 tahun. Beliau dimakamkan di Desa Kampung Melayu Ilir, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

258 Keluarga Desa Pekauman Terima Bantuan Beras Bulog

1 September 2026 - 16:36 WIB

Staf DPRD Banjar Dipanggil Polda Kalsel, Ini Penjelasan Pimpinan Dewan

25 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Aparat Desa Keramat Bersama Relawan Bagi-Bagi Masker Asap Karhutla

25 Agustus 2026 - 19:12 WIB

3.000 Warga Ikuti Jalan Santai HUT RI & Hari Jadi Kabupaten Banjar

23 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Naupal Hebatullah Raih Medali Perak O2SN 2026 Cabang Pencak Silat

23 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Wartawan Banjar-Banjarbaru Adu Strategi Catur & Domino dalam Lomba Kemerdekaan FJB

22 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Trending di ADVERTORIAL