Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

PENDIDIKAN · 26 Jul 2024 18:43 WIB

Tekad Pria Paruh Baya Lulusan SD Kejar Pendidikan


 Hamsan (53) mengejar pendidikan SMP/sederajat di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Nur Huda, Murung Kenanga, Martapura, Kabupaten Banjar. foto-haris Perbesar

Hamsan (53) mengejar pendidikan SMP/sederajat di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Nur Huda, Murung Kenanga, Martapura, Kabupaten Banjar. foto-haris

Pria paruh baya ini tidak patah semangat mengejar pendidikan. Namanya Hamsan, berusia 53 tahun. Ia hanya lulusan Sekolah Dasar. Kini mengenyam pendidikan SMP/sederajat di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Nur Huda, Murung Kenanga, Martapura, Kabupaten Banjar.

Sosok Hamsan tampak paling mencolok di kelas VIII di antara murid lainnya yang masih remaja. Ia duduk di kursi agak pojok. Membawa plastik kresek warna ungu, wadah ia menaruh perlatan belajar. Hamsan sangat serius mendengarkan guru menyampaikan materi pelajaran.

Keseharian Hamsan berjualan pentol. Dulu, setelah lulus SD, ia memilih langsung bekerja, tidak melanjutkan sekolah. Maklum, faktor ekonomi memaksanya mencari penghidupan ketimbang pendidikan.

Jika lulus Paket B, dia punya harapan besar dapat merubah nasibnya jadi lebih baik. “Karena minimal lamaran pekerjaan setingkat sekolah menengah pertama,” ujar Hamsan kepada riceknews. Jumat (26/7/2024) siang.

Ia mengakui, sebagai lulusan SD Hamsan merasa sering diremehkan dalam urusan pekerjaan. Hal demikan ia sangat tidak setuju. Menurutnya, orang yang sekolah tidak menjamin punya kemampuan atau skill.

“Padahal ketekunan dan sikap profesional, dapat dipelajari dari luar pendidikan formal,” katanya.

Ibarat gayung bersambut, pihak PKBM Nur Huda Desa Murung Kenanga sangat mengapresiasi dan mendukung tekad Hamsan, melanjutkan pendidikan.

Pembina PKBM Nur Huda, Khairuddin mengatakan, di sekolahnya tidak hanya memberikan pendidikan reguler, namun juga punya kegiatan ekstrakurikuler yang fokus di bidang wirasusaha.

Seperti pelatihan konveksi desain, kuliner, ilmu komputer, menjahit, serta kecantikan dan make-up. Tentunya menyesuaikan minat dan permintaan siswa.

“Adanya program ekstrakurikuler diharapkan para siswa sudah punya skil setelah lulus. Yang paling penting, kami ingin merubah mindset siswa yang tujuan sekolahnya hanya sekedar lulus lalu mencari pekerjaan. Itu harus dirubah. Kami ingin nantinya mereka mandiri, pengembangan kemampuan wirausaha,” terangnya.

Soal biaya sekolah, Khairuddin menegaskan dari awal mendaftar masuk hingga mendapatkan ijazah tanpa dipungut biaya alias gratis. “Tanyakan saja kepada murid atau orang tuanya,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

UNIVSM & Kementerian Hukum Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual serta Pos Bantuan Hukum di Balangan

24 Juni 2026 - 18:31 WIB

Dukung Pendidikan Berkualitas, PTK Berikan Penghargaan kepada 200 Siswa Berprestasi

23 Juni 2026 - 09:01 WIB

Disdik Banjar Salurkan 15 Unit Laptop ke SDN Pematang Panjang Dukung Digitalisasi Pendidikan

22 Juni 2026 - 20:36 WIB

Siap Layani Siswa Berkebutuhan Khusus, Disdikbud Kalsel Perluas Pendidikan Inklusi di 334 SMA & SMK

17 Juni 2026 - 19:28 WIB

Tingkatkan Penyerapan Lulusan SMK, Disdikbud Kalsel Akan Optimalkan Tracer Study

12 Juni 2026 - 18:17 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Sertifikasi hingga Tunjangan untuk Percepat Reformasi Guru

10 Juni 2026 - 09:25 WIB

Trending di NASIONAL