Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

Kalimantan Selatan · 25 Feb 2026 22:04 WIB

Warga Binaan Rutan Marabahan Perdalam Fiqih Puasa


 Warga Binaan Rutan Marabahan Perdalam Fiqih Puasa Perbesar

Marabahan, Ricek.ID – Di bulan suci Ramadan, Masjid Al Mujahiddin Rutan Kelas IIB Marabahan berubah menjadi pusat pembelajaran spiritual. Pada Selasa (24/2/2026), ratusan warga binaan berkumpul dalam balutan kekhusyukan untuk membekali diri dengan ilmu agama melalui sinergi antara Rutan Marabahan dan Kementerian Agama (Kemenag) Barito Kuala.

Lantunan shalawat yang diiringi ketukan terbang grup habsyi membuka kegiatan dengan penuh khidmat. Menariknya, seluruh personel grup habsyi ini adalah Warga Binaan yang telah dilatih secara intensif. Penampilan ini menjadi bukti bahwa tembok rutan bukan penghalang bagi mereka untuk mengasah bakat seni sekaligus mempertebal kecintaan pada nilai-nilai religi.

Hadir sebagai narasumber, Ustadz Abdul Hamid dari Kemenag Batola memberikan pemaparan mendalam mengenai “Fiqih Puasa”. Ia menekankan bahwa kualitas ibadah sangat bergantung pada pemahaman syariat yang tepat.

“Ibadah tanpa ilmu akan terasa hambar. Puasa yang sejati adalah transformasi perilaku—bagaimana menjaga lisan dan hati, bukan sekadar menahan lapar dari terbit fajar hingga terbenam matahari,” urai Ustadz Abdul Hamid.

Materi mengenai rukun puasa dan hal-hal yang membatalkannya menjadi poin utama yang disimak dengan antusias oleh para jamaah, sebagai bekal agar ibadah di bulan Ramadan nanti berjalan sempurna.

MH, salah satu Warga Binaan yang hadir, merasakan dampak langsung dari kegiatan ini. Ia merasa lebih siap secara mental dan ilmu untuk menyambut bulan puasa tahun ini.

“Dulu mungkin hanya ikut-ikutan, tapi lewat tausiyah ini saya jadi tahu detail rukunnya. Ini sangat membantu kami yang sedang berupaya memperbaiki diri,” katanya.

Kepala Rutan Marabahan, I Wayan Tapa Diambara, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari strategi jangka panjang pembentukan karakter.

“Kami tidak ingin mereka hanya sekadar menjalani masa pidana. Kami ingin mereka pulang dengan ‘bekal’ spiritual yang kuat agar mampu menjadi pribadi yang baru dan bermanfaat di tengah masyarakat,” tegas Wayan.

Pewarta: Rachman
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Gubernur Kalsel Kunjungi RSUD Ansari Saleh, Tinjau Rencana Pembangunan Gedung Kedokteran Nuklir & Pusat Layanan Jantung Terpadu

26 Juni 2026 - 19:49 WIB

Dispora & FORSGI Kalsel Dorong Pembinaan Atlet melalui Festival Sepak Bola Usia Dini U-10 & U-12

26 Juni 2026 - 19:40 WIB

Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII Gorontalo 2026, Kalsel Raih Sejumlah Prestasi Membanggakan

26 Juni 2026 - 18:19 WIB

Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru Gelar Open House, Kenalkan Program Ini bagi Masyarakat Umum

26 Juni 2026 - 18:02 WIB

Kemenko Polkam RI Sebut Sekolah Rakyat Efektif Memutus Mata Rantai Kemiskinan

26 Juni 2026 - 17:59 WIB

Diskominfo Kalsel Siap Dukung Lion Air Publikasikan Pembukaan Rute Internasional Banjarmasin–Kuala Lumpur

25 Juni 2026 - 21:58 WIB

Trending di ADVERTORIAL